Akibat Salah Pilih Solar, Injektor Mobil Diesel Rawan Rusak

Sabtu, 04 Juli 2026 | 18:12:01 WIB
Jangan Asal Isi Solar, Komponen Mobil Diesel Ini Bisa Cepat Rusak [FOTO: NET].

JAKARTA - Penggunaan bahan bakar yang sesuai merupakan kunci utama untuk menjaga performa mesin diesel tetap optimal. Hal ini dikarenakan kualitas solar sangat memengaruhi kinerja sistem injeksi yang beroperasi dengan presisi tinggi. Pemilihan bahan bakar yang tidak tepat akan meningkatkan risiko kerusakan pada komponen injektor.

Muchlis, pemilik bengkel spesialis Toyota Mitsubishi, Garasi Auto Service Sukoharjo, menyebut injektor sebagai komponen yang paling rentan rusak. Hal ini banyak dipengaruhi oleh kebiasaan pengguna mobil diesel yang masih sering mengandalkan solar dengan kualitas rendah.

“Kandungan solar murah kerap menyebabkan injektor mobil diesel pampat, akhirnya konsumen harus merogoh kocek lebih dalam untuk perbaikannya,” ucap Muchlis kepada Kompas.com, belum lama ini.

Muchlis menjelaskan, upaya menjaga keawetan injektor dapat dilakukan dengan rutin mengganti filter solar. Interval penggantian filter ini bergantung pada jenis bahan bakar yang digunakan.

“Penggantian filter solar bisa setiap mobil menempuh jarak 30.000 Km bila BBM yang digunakan Pertamina Dex atau sejenisnya, tapi bila pakainya biosolar penggantian filter 5.000 Km sampai 10.000 Km,” ucap Muchlis.

Hal senada disampaikan Esa, pemilik bengkel Denso Esa Diesel, yang menyatakan bahwa kerusakan injektor umumnya dipicu oleh kualitas bahan bakar dan kondisi filter solar. Masuknya kandungan air ke dalam sistem bahan bakar menjadi penyebab utama tersumbatnya lubang nozzle injektor.

“Injektor rusak umumnya disebabkan oleh masuknya kandungan air, sehingga lubang nozzle pampat, seperti yang diketahui lubang tersebut sangat kecil tak kasat mata,” ucap Esa

Esa menambahkan bahwa kebersihan tangki bahan bakar juga harus diperhatikan. Tangki yang kotor atau mengandung air akan mempercepat penumpukan kotoran pada filter solar, yang pada akhirnya memperpendek usia pakai injektor.

“Jika tangki solar kotor, banyak mengandung air, maka tidak perlu nunggu lama filter solar akan kotor, tidak harus menunggu 5.000 Km, maka dari itu penyebab kerusakan injektor harus ditelusuri secara tuntas,” ucap Esa.

Sebagai langkah preventif, Esa menyarankan pemilik mobil untuk memastikan tangki bahan bakar selalu bersih dan rutin menggunakan solar berkualitas tinggi sesuai rekomendasi pabrikan agar sistem injeksi tetap bekerja optimal.

Terkini