Kemenko PMK dan UT Siap Wujudkan Visi Inovasi Presiden Prabowo

Senin, 29 Juni 2026 | 18:29:02 WIB
Sinergi Kemenko PMK-UT dalam Mewujudkan Visi Inovasi Presiden [FOTO: NET].

JAKARTA - Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Kemenko PMK) bersama Universitas Terbuka (UT) menyambut baik amanat Presiden Prabowo Subianto mengenai arti penting penguasaan inovasi sebagai pendorong utama kemajuan tanah air.

Deputi Bidang Koordinasi Peningkatan Kualitas Pendidikan Kemenko PMK Prof Ojat Darojat di tengah-tengah agenda Seminar Wisuda UT di Tangerang Selatan, Senin, menandaskan tekad pemerintah untuk menerapkan visi inovasi tersebut ke dalam tatanan pendidikan demi mencetak sumber daya manusia (SDM) yang berkualitas.

Selaras dengan gencar-gencarnya peralihan digital, sambung dia, peningkatan literasi teknologi di seluruh tingkatan pendidikan menjadi syarat mutlak agar inovasi yang diciptakan mampu mendongkrak daya saing pada sektor perekonomian dan ketenagakerjaan nasional.

Walaupun penguasaan teknologi terus digenjot, Ojat mengingatkan dasar filosofis yang digarisbawahi Presiden Prabowo, yaitu modernisasi tatanan tidak boleh menggeser hakikat kemanusiaan, melainkan wajib menempatkan manusia selaku titik tumpu utama atau fulkrum.

"Teknologi itu kan alat, tapi manusia yang harus kami bangun. Nah, bagaimana kami membangun manusia sebagai senternya yang didukung oleh integrasi teknologi ini. Jadi dalam konteks pembangunan manusia ke depan, kami tetap menempatkan manusia sebagai titik tumpunya," katanya.

Rektor UT Prof Ali Muktiyanto mengutarakan penyesuaian teknologi bukan lagi sekadar alternatif bagi lembaganya, melainkan suatu keharusan mendasar agar tetap relevan serta bertahan hidup.

"Nafasnya UT itu inovasi. Jadi kalau UT tidak berinovasi, maka UT berhenti, nah ini yang paling kunci. Maka dengan inovasi inilah kami membawa masa depan ke masa sekarang," ujarnya.

Ali menjabarkan atmosfer inovasi ini tidak cuma diwajibkan bagi para pelaksana pendidikan, tetapi pun ditanamkan langsung kepada para mahasiswa semenjak fase Orientasi Studi Mahasiswa Baru (OSMB).

Wujud konkretnya saat ini dinikmati lewat sistem asesmen atau ujian daring yang amat fleksibel lantaran bisa diakses memakai ponsel pintar (smartphone) dari tempat tinggal masing-masing, bahkan pada pukul satu dini hari sekalipun.

Demi memelihara integritas akademik di tengah fleksibilitas itu, UT mengoptimalkan teknologi kecerdasan buatan selaku peranti pengawas cerdas yang sanggup mendeteksi bermacam modus kecurangan, semisal pergerakan mata mahasiswa yang menatap ke arah lain.

"Dia itu menjadi alat pendamping malaikat pengawas. Kalau ini (mesin) diingetin, 'kamu nyontek, kamu lirik kanan-kiri'. Bagaimana orang yang sedang melakukan ujian di kamar tidurnya, tapi bisa ketahuan dalam aplikasi," kata Ali Muktiyanto.

Sebelumnya, Presiden RI Prabowo Subianto menandaskan kesuksesan suatu negara bukan diukur dari kecakapannya menghindari masalah, melainkan dari keberaniannya menghadapi serta merampungkan setiap kendala dan tantangan.

Oleh sebab itu, sambung dia, Indonesia wajib berani mengakui keterbatasan dan bekerja keras merumuskan jalan keluar.

"Kesulitan harus dihadapi, dan kami harus berani menghadapi kesulitan, berani mengakui kesulitan, dan bekerja keras mencari solusi terhadap kesulitan," tutur Presiden Prabowo.

Terkini