Menko PM Lepas Ratusan Lulusan Pesantren Kuliah ke Luar Negeri

Senin, 29 Juni 2026 | 18:16:01 WIB
Cak Imin Lepas Santri Cirebon Siap Kuliah ke China dan Tunisia [FOTO: NET].

JAKARTA - Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat (Menko PM) Abdul Muhaimin Iskandar alias Cak Imin memberangkatkan berkisar 175 lulusan SMA dan MA Unggulan Bertaraf Internasional serta SMK Unggulan Pesantren Bina Insan Mulia (BIMA), Cirebon, Jawa Barat, yang bersiap menempuh studi perguruan tinggi ke China hingga Tunisia.

Cak Imin selanjutnya menitipkan pesan kepada para lulusan bahwa santri pada masa mendatang wajib mengantongi tiga kesiapan pokok.

"Santri harus memenuhi tiga syarat. Pertama, memiliki skill atau kemampuan. Kedua, memiliki integritas. Ketiga, taat asas terhadap ilmu pengetahuan," kata dia dalam keterangan yang diverifikasi di Jakarta, Senin (29/06/2026).

Lebih jauh dia menitipkan pesan kepada para lulusan bahwa Indonesia sedang melewati fase bonus demografi yang bakal menentukan masa depan bangsa beberapa tahun mendatang.

"Kalau sekarang kalian lulus, berarti pada 2030 kalian sudah mulai memegang kendali. Muhaimin Iskandar boleh gagal, tetapi lulusan BIMA pada 2030 tidak boleh gagal. Modal kalian sangat besar, dan bonus demografi itu mutlak ada di tangan kalian," katanya mengingatkan.

Ia pun meyakini banyak lulusan pesantren, termasuk dari BIMA, yang mampu menyukseskan visi Indonesia Emas 2025.

Sementara itu, Pengasuh BIMA Imam Jazuli memaparkan bahwa di samping China dan Tunisia, beberapa santri yang bersiap kuliah tersebut ada pula yang meneruskan studi ke Rusia serta sejumlah negara di kawasan Timur Tengah.

Bukan cuma itu, dia menyebutkan ada 99 santri yang lolos di bermacam perguruan tinggi negeri di dalam negeri, dan sebagian besar mengambil program studi umum.

Menurut dia, penentuan program studi para santri tersebut diselaraskan dengan keperluan strategis tanah air.

Apalagi, menurut dia, pondok pesantren pada masa kini tidak sekadar melahirkan santri yang saleh, melainkan wajib mencetak generasi yang mampu menghadirkan kontribusi konkret bagi tanah air.

"Saya ingin menggerakkan pesantren-pesantren secara nasional agar memiliki visi yang sama, bukan sekadar mencetak santri yang saleh, melainkan juga mencetak santri yang bermanfaat, membangun negeri, dan menguasai berbagai bidang ilmu yang dibutuhkan negara," kata dia.

Terkini