JAKARTA - Manajer Timnas Inggris, Thomas Tuchel, memaparkan bahwa skuad asuhannya menemui jalan buntu dalam membongkar barisan pertahanan kokoh yang diperagakan oleh Ghana.
Pertemuan antara Inggris dan Ghana menjadi laga kedua di Grup L Piala Dunia 2026 yang digelar di Stadion Boston pada Selasa (23/6/2026) atau Rabu dini hari WIB. Pertandingan tersebut berakhir dengan skor kacamata 0-0.
"Saya sangat menghormati Ghana dan mereka bertahan dengan penuh tekad, dengan begitu disiplin, dan dengan salah satu penampilan fisik paling kuat yang pernah saya lihat dari sebuah tim yang bertahan," kata Tuchel dikutip dari Reuters.
“Kami memiliki cukup banyak bola mati untuk menentukan pertandingan, namun kami tidak cukup klinis,” katanya.
Inggris Tampil Dominan
Di sepanjang jalannya laga, Inggris sebenarnya bermain sangat dominan lewat penguasaan bola yang menyentuh angka 79 persen serta melancarkan 19 kali tembakan. Kendati demikian, rapatnya lini belakang Ghana membuat Harry Kane beserta kolega gagal mengonversinya menjadi gol.
Tuchel mengutarakan bahwa pasukannya dituntut memeras keringat lebih dalam guna memegang kendali laga, sembari mengantisipasi ancaman serangan balik cepat dari kubu lawan.
Kondisi tersebut membuat armada Tiga Singa tidak mampu menaikkan intensity permainan sejak peluit pertama dibunyikan.
"Jika satu tim mencoba untuk bermain dan berlari melawan blok yang dalam dan Anda tidak menemukan ruang dan sulit bagi Anda untuk menciptakan peluang, maka akan sulit untuk menontonnya," kata Tuchel.
Tantangan Sulit buat Inggris
"Kami selalu berusaha menghibur penggemar kami. Hari ini sulit. Saya harap mereka tidak kehilangan kepercayaan. Masih ada jalan panjang yang harus ditempuh," ucapnya.
Berkat hasil seri ini, Inggris sejatinya masih menduduki posisi puncak klasemen sementara Grup L dengan torehan empat poin. Skuad Tiga Singa kini wajib mengemas poin penuh pada pertandingan pemungkas kontra Panama demi menyegel tempat di babak 32 besar Piala Dunia 2026.