Prabowo: Tak Boleh Ada Daerah Tertinggal karena Akses Jalan

Selasa, 23 Juni 2026 | 17:22:01 WIB
Presiden Prabowo Tegaskan Pentingnya Akses Jalan Guna Atasi Ketertinggalan [FOTO: NET].

JAKARTA - Presiden Prabowo Subianto memberikan penegasan bahwa jangan sampai ada wilayah yang mengalami ketertinggalan hanya akibat keterbatasan sarana jalan.

"Saudara-saudara, kami bertekad tidak boleh ada daerah yang tertinggal hanya karena akses yang terbatas. Kami harus turunkan biaya logistik untuk seluruh rakyat dan perekonomian kami," ucap Presiden saat meresmikan selesainya pelaksanaan instruksi Presiden (Inpres) tahun 2025 Jalan Daerah sepanjang 1.151 km di seluruh Indonesia untuk tahun 2025 di Kabupaten Sampang, Madura, Jawa Timur, Selasa (23/06/2026).

Dilihat dari siaran langsung YouTube Sekretariat Presiden, Prabowo menyampaikan bahwa pengerjaan jalan memegang peranan krusial dalam menopang pemerataan pembangunan sekaligus pertumbuhan ekonomi di seantero wilayah Indonesia.

Menurut pandangannya, ketersediaan jalan yang layak bakal mempermudah keterhubungan antara pusat produksi dengan area permukiman warga, sehingga ongkos angkut bisa dipangkas. 

Melalui konektivitas yang mumpuni, penyaluran komoditas serta pergerakan masyarakat dapat berjalan dengan lebih efisien.

"Indonesia adalah negara sangat besar dengan wilayah yang sangat luas dengan kondisi geografis yang berbeda-beda. Biaya angkut akan menjadi lebih murah kalau jalan-jalan cukup, kalau ada konektivitas di antara semua pusat-pusat produksi dan tempat-tempat pemukiman," ujar Presiden.

Kepala Negara turut menggarisbawahi bahwa pengurangan ongkos logistik menjadi salah satu esensi dari pembangunan jalan daerah dalam rangka menyokong perekonomian nasional. Di samping itu, infrastruktur jalan yang memadai merupakan bagian dari strategi ketahanan nasional.

"Jalan yang baik adalah bagian dari strategi ketahanan kami. Swasembada pangan tidak hanya soal benih, pupuk, irigasi. Swasembada energi tidak hanya soal energi. Ini juga adalah hasil jaringan distribusi yang lancar dan baik. Energi harus dapat menjangkau masyarakat dari kawasan-kawasan produktif," kata Presiden.

Presiden Prabowo meresmikan secara simbolis pengerjaan jalan daerah sepanjang 1.151 kilometer yang tersebar pada 37 provinsi di seantero Indonesia, bertempat di Kabupaten Sampang, Jawa Timur, sebagai wujud dari pemerataan pembangunan nasional.

Pada momentum yang sama, Menteri Pekerjaan Umum Dody Hanggodo menjelaskan bahwa pembangunan jalan tersebut ditujukan guna memperlancar arus rantai pasok dari area produksi menuju pasar konsumsi, sekaligus memperkokoh keterkaitan jalan daerah dengan jaringan jalan nasional serta pusat pelayanan publik.

Ia menguraikan bahwa pengerjaan serta peningkatan jalan sepanjang 1.151 kilometer di 37 provinsi itu disokong anggaran APBN senilai Rp5,41 triliun. Seluruh proses pengerjaan, menurutnya, telah rampung 100 persen dan siap dipergunakan oleh publik.

"Seluruh pekerjaan tersebut kami kawal dengan ketat mutunya, dilaksanakan secara terencana, terukur, dan akuntabel. Saat ini telah 100 persen terselesaikan dan dapat dimanfaatkan langsung oleh masyarakat," kata Dody.

Dody mengimbuhkan bahwa pembangunan infrastruktur jalan kini tak lagi berpusat pada kawasan tertentu saja, melainkan sudah menjangkau bermacam wilayah di seluruh Indonesia demi menyokong pertumbuhan ekonomi serta konektivitas nasional.

Terkini