Gibran Ingatkan RI Tak Boleh Tergantung Pangan Negara Lain

Minggu, 21 Juni 2026 | 12:40:02 WIB
Buka Penas 2026, Gibran Tekankan Pentingnya Kemandirian Pangan [FOTO : NET].

JAKARTA — Wakil Presiden (Wapres) Gibran Rakabuming mengutarakan perihal krusialnya kemandirian pangan di tengah gejolak konflik global. Hal itu diungkapkan Gibran sewaktu meresmikan pembukaan Pekan Nasional (Penas) Petani Nelayan XVII Tahun 2026 di Gorontalo, Sabtu (20/06/2026).

Wapres menuturkan, swasembada pangan menjadi salah satu agenda utama yang diprioritaskan Presiden Prabowo Subianto, terlebih di kala situasi global kian rumit.

“Kemandirian pangan ini seperti yang kita ketahui adalah salah satu program prioritas dari Bapak Presiden. Apalagi di tengah konflik geopolitik, perang dagang, perang tarif, negara tidak boleh terlalu bergantung dengan negara lain,” ujar Gibran.

Berdasarkan pandangan Gibran, problem dalam merealisasikan kemandirian pangan tidak melulu soal menaikkan jumlah produksi, melainkan pula berhubungan dengan manajemen pada sektor pertanian serta perikanan.

Secara lebih detail, Gibran memberi perhatian pada proteksi lahan pertanian, simplifikasi akses untuk memperoleh benih unggul serta modal, sampai kepastian serapan pasar dan penyaluran pupuk subsidi.

"Namun di sisi lain, tantangan kita juga besar, terutama soal tata kelola. Mulai dari menjaga alih fungsi lahan pertanian, kemudahan petani mendapatkan bibit unggul dan akses permodalan. Kepastian off-taker, stabilitas harga, mekanisme pergudangan, penyaluran pupuk bersubsidi yang efisien dan tepat waktu," imbuhnya.

Pada agenda Penas 2026 tersebut, Gibran pun melakukan sesi tanya jawab dengan beberapa utusan petani sekaligus nelayan demi menampung beraneka hambatan yang dirasakan langsung di lapangan.

Kendala yang diadukan tersebut antara lain berupa keperluan revitalisasi saluran irigasi, sedimentasi area pelabuhan, pasokan bahan bakar bagi kalangan nelayan, hingga keperluan fasilitas pascaproduksi seperti alat pengering (dryer) dan mesin penggilingan padi (rice milling unit/RMU).

Merespons masukan-masukan itu, Wapres menginstruksikan segenap kementerian serta lembaga terkait agar lekas melakukan aksi penanganan nyata.

“Mohon ini nanti Pak Menteri, Wamen, semua yang ada di sini, mohon untuk segera ditindaklanjuti. Tadi ada masalah irigasi, masalah solar, masalah dryer, RMU, dan masalah-masalah yang lain. Ini coba nanti setelah acara ini segera ditindaklanjuti ya Pak Menteri ya,” pungkasnya.

Terkini