Target Porsi Pembiayaan Produktif 40%-50%, AFPI Tetap Optimistis

Rabu, 17 Juni 2026 | 03:11:32 WIB
Ketua Umum AFPI, Entjik Djafar.

JAKARTA - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menargetkan porsi pembiayaan produktif untuk industri fintech peer to peer (P2P) lending sebesar 40%-50% pada rentang waktu 2025 hingga 2026. 

Target tersebut tertuang dalam Roadmap Pengembangan dan Penguatan Layanan Pendanaan Bersama Berbasis Teknologi Informasi (LPBBTI). 

Namun, data per April 2026 menunjukkan porsi pembiayaan ke sektor produktif berada di angka Rp 34,80 triliun, yang merefleksikan tren penurunan dibandingkan porsi Maret 2026 sebesar 34,31%.

Menanggapi kondisi tersebut, Asosiasi Fintech Pendanaan Bersama Indonesia (AFPI) tetap optimistis target regulator dapat tercapai. 

Ketua Umum AFPI, Entjik Djafar, mendorong industri untuk memperkuat kolaborasi ekosistem bersama pemerintah dan pelaku usaha guna menjangkau Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) secara tepat sasaran.

"Selain itu, industri terus meningkatkan teknologi mitigasi risiko dan credit scoring agar penyaluran dana ke sektor produktif berkualitas dan rasio kredit sehat tetap terjaga," ungkapnya kepada Kontan, Rabu (17/6/2026).

Kepala Eksekutif Pengawas Lembaga Pembiayaan, Perusahaan Modal Ventura, Lembaga Keuangan Mikro dan Lembaga Jasa Keuangan Lainnya OJK, Agusman, menambahkan bahwa industri perlu mencermati dinamika ekonomi dan memperkuat manajemen risiko. 

Ia menyarankan penyelenggara fintech lending untuk mengoptimalkan data Sistem Layanan Informasi Keuangan (SLIK) OJK guna meningkatkan kualitas penilaian kredit UMKM.

Mengenai potensi tumpang tindih dengan program kredit mikro berbunga rendah di bawah 10%, Agusman menegaskan bahwa program tersebut tidak serta-merta menjadi substitusi langsung bagi fintech lending

Menurutnya, kedua model pendanaan tersebut memiliki segmen dan karakteristik yang berbeda, sehingga dapat saling melengkapi kebutuhan modal UMKM yang beragam.

Hingga April 2026, total penyaluran pembiayaan fintech lending tercatat mencapai Rp 102,07 triliun, tumbuh sebesar 26,11% secara tahunan (year on year). AFPI berkomitmen untuk terus meningkatkan literasi keuangan pelaku usaha mikro agar industri fintech lending tetap menjadi kontributor pertumbuhan ekonomi nasional yang inklusif.

Terkini