Harga Minyak Dunia Melemah, Pasar Menanti Kesepakatan AS-Iran

Selasa, 16 Juni 2026 | 23:47:32 WIB
Pasar Tunggu Detail Damai AS-Iran, Harga Minyak Dunia Turun [FOTO : NET].

JAKARTA — Harga minyak dunia bergerak melemah pada perdagangan Selasa (16/6/2026) sesudah sempat menanjak pada sesi sebelumnya. Para pelaku pasar masih menanti kejelasan lebih jauh terkait kesepakatan damai antara Amerika Serikat dan Iran yang diproyeksikan sanggup menyudahi ketegangan di Timur Tengah.

Menilik pada data CNBC International, nilai jual minyak mentah Brent yang bertindak sebagai patokan global menyusut 0,53% menuju US$82,74 per barel. Sementara itu, nilai jual minyak jenis West Texas Intermediate (WTI) untuk kontrak pengapalan Juli melorot 0,41% menuju US$80,44 per barel.

Harga minyak sempat menguat tipis pada sesi perdagangan kemarin sebelum akhirnya berbalik arah. 

Pada sesi sebelumnya, nilai jual minyak bahkan menyentuh posisi paling rendah sejak 4 Maret 2026. Pergeseran harga yang tidak menentu tersebut merefleksikan masih tingginya keraguan pasar mengenai rincian utuh kerangka perdamaian yang telah disepakati oleh AS dan Iran.

Ikhtiar penyelesaian pertikaian diperkirakan bakal menjadi salah satu program utama dalam forum para pemimpin negara-negara G7 di Évian-les-Bains, Prancis, yang bergulir mulai hari ini. 

Adapun, perincian lebih lanjut seputar nota kesepahaman (memorandum of understanding) di antara kedua negara diproyeksikan bakal diumumkan dalam minggu ini.

Operator Kapal Masih Hati-Hati

Sebelumnya, Washington dan Teheran mencapai kemufakatan temporer pada Minggu (14/6/2026) yang memperpanjang masa gencatan senjata AS-Iran sepanjang 60 hari sekaligus membuka kembali Selat Hormuz bagi segenap aktivitas pelayaran.

Tatkala tiba di lokasi pertemuan G7, Presiden AS Donald Trump memaklumkan kerangka perdamaian dengan Iran telah diteken. 

Dia pun menandaskan Selat Hormuz bakal dibuka seutuhnya pada Jumat (19/6/2026) tanpa ada tarikan pungutan biaya dari pihak Iran. Trump mengimbuhkan pengesahan formal kesepakatan bakal dilangsungkan di Jenewa, Swiss, pada Jumat mendatang.

Perusahaan pelayaran kontainer asal Jerman, Hapag-Lloyd, merespons positif prospek tercapainya kesepakatan damai serta selesainya segenap tindakan militer di wilayah Timur Tengah.

“Kami berharap empat kapal kami yang masih tersisa dapat melintasi Selat Hormuz pada akhir pekan ini,” demikian pernyataan perusahaan.

Meski demikian, para pelaku industri pelayaran memandang proses pemulihan lalu lintas kapal di Selat Hormuz tidak bakal bergulir secepat yang dibayangkan. 

Selat Hormuz sebelumnya bertindak sebagai jalur distribusi berkisar 20% pasokan minyak dunia sebelum pecahnya perselisihan pada akhir Februari lalu.

Chief Executive Officer (CEO) Mitsui OSK Lines, Jotaro Tamura, mengutarakan banyak operator kapal tanker kemungkinan masih bakal menunggu beberapa pekan sebelum kembali memberikan izin armadanya melintasi Selat Hormuz. 

Menurutnya, pemulihan pelayaran menuntut hal yang lebih ketimbang sekadar pemufakatan politik antarnegara.

“Yang dibutuhkan bukan hanya kesepakatan sederhana antara negara-negara terkait, tetapi implementasi nyata di lapangan sehingga perusahaan pelayaran benar-benar merasa aman untuk kembali melintas di Selat Hormuz,” ujarnya.

Terkini