Mudah dan Cepat, Begini Cara Cek Tagihan Listrik Lewat HP

Senin, 15 Juni 2026 | 18:18:31 WIB
Ilustrasi aplikasi PLN Mobile. [Foto: NET]

JAKARTA - Membengkaknya tagihan listrik secara mendadak kerap kali menimbulkan kepanikan. 

Kadang-kadang penggunaan perangkat elektronik tertentu memang dapat menambah beban tagihan. 

Untuk mencegah kepanikan tersebut, masyarakat sebetulnya bisa memeriksa secara mandiri apakah kenaikan biaya disebabkan oleh konsumsi yang boros atau hal lain dengan memantau riwayat pemakaian secara rutin. 

Diambil dari Instagram Indonesia baik pada Senin (15/6/2026), terdapat panduan praktis untuk melihat data tersebut melalui aplikasi PLN Mobile.

Cara cek pemakaian listrik

Langkah pengecekan ini sekarang menjadi jauh lebih praktis dan transparan lantaran seluruh informasinya bisa diakses langsung dalam genggaman melalui aplikasi resmi PLN Mobile. 

Adanya terobosan digital ini memotong jalur birokrasi lama, sehingga masyarakat tak usah repot-repot lagi mendatangi kantor cabang PLN cuma untuk mencocokkan data tagihan. Berikut ini langkah-langkahnya:

  • Membuka aplikasi PLN Mobile
  • Pilih menu Token dan Pembayaran pada halaman utama
  • Klik Tambah ID Pelanggan jika nomor pelanggan belum terdaftar
  • Masukkan ID Pelanggan
  • Pilih Riwayat Penggunaan untuk pelanggan pascabayar atau Riwayat Pembelian Token untuk pelanggan prabayar

Ada fitur SwaCam

Bukan cuma menyuguhkan kemudahan dalam memantau rekam jejak digital, PLN pun meluncurkan fitur inovatif bernama SwaCAM (Swayan Catat Angka Meter) lewat aplikasi serupa. 

Fitur SwaCAM ini hadir sebagai solusi konkret bagi pelanggan pascabayar yang kerap merasa ragu dengan tingkat akurasi pencatatan manual oleh petugas di lapangan.

Melalui fitur ini, pelanggan memperoleh otoritas penuh untuk melakukan pencatatan secara mandiri dengan mengunggah foto angka stand meter langsung ke sistem PLN Mobile tiap bulannya. 

Lewat sistem berbasis foto tersebut, potensi kekeliruan input data akibat kelalaian manusia bisa ditekan secara signifikan, sehingga tagihan yang dikeluarkan menjadi jauh lebih akurat serta objektif.

Meskipun berbagai sistem pengawasan mandiri telah disediakan, PLN tetap memahami bahwa saluran komunikasi dua arah yang responsif amatlah krusial. 

Oleh sebab itu, bilamana pelanggan masih mendapati adanya ketidaksesuaian data, merasa aneh dengan lonjakan tagihan yang terjadi, atau sekadar memerlukan penjelasan lebih mendalam mengenai konsumsi listrik di tempat tinggal mereka, mereka bisa mempergunakan layanan aduan resmi.

Pelanggan dapat menghubungi pihak manajemen melalui fitur pengaduan yang ada di aplikasi PLN Mobile atau melakukan panggilan langsung ke Contact Center PLN di nomor 123. 

Lewat transparansi data serta kemudahan akses informasi ini, diharapkan tidak ada lagi kesalahpahaman antara penyedia layanan dan masyarakat terkait transparansi biaya listrik.

PLN pastikan tagihan listrik belum naik

Di sisi lain, PT PLN (Persero) memastikan tidak ada kenaikan tarif listrik untuk periode April–Juni 2026.

“PLN menegaskan bahwa tidak ada kenaikan tarif listrik,” ujar Executive Vice President Komunikasi Korporat dan TJSL PT PLN (Persero) Gregorius Adi Trianto dilansir dari laman Antara, Selasa (2/6/2026).

Sebelumnya, sempat ramai keluhan dari masyarakat di media sosial mengenai membengkaknya tagihan listrik. Sejumlah pengguna platform X hingga Threads menyatakan bahwa tagihan bulanan mereka melonjak hingga menyentuh angka 100 persen.

Mereka juga mengeluhkan adanya peningkatan tajam pada total energi listrik yang tercatat dikonsumsi, padahal mereka merasa tidak melakukan perubahan pada kebiasaan pemakaian sehari-hari maupun menambah alat elektronik baru di rumah.

“PLN senantiasa menjalankan kebijakan tarif listrik sesuai yang ditetapkan oleh Pemerintah melalui Kementerian ESDM, untuk periode April-Juni 2026 tarif listrik tetap dan tidak mengalami perubahan dari periode sebelumnya,” kata Greg.

Lebih lanjut, Greg menyampaikan kenaikan tagihan listrik yang dirasakan oleh sebagian pelanggan dapat dipengaruhi oleh perubahan pola konsumsi listrik akibat beberapa faktor, seperti kondisi cuaca, kenaikan suhu, dan meningkatnya aktivitas di rumah.

“Meningkatnya aktivitas di rumah menyebabkan peningkatan penggunaan peralatan listrik pelanggan sehari-hari,” tuturnya.

Terkini