Balogun Pimpin Perburuan Sepatu Emas Piala Dunia 2026

Minggu, 14 Juni 2026 | 12:48:02 WIB
Penyerang AS Folarin Balogun [FOTO : NET].

JAKARTA - Penyerang tim nasional Amerika Serikat Folarin Balogun memuncaki barisan depan dalam persaingan perebutan Sepatu Emas pada gelaran Piala Dunia 2026 yang berlangsung di Meksiko, Kanada, dan Amerika Serikat.

"Folarin Bolagun mencetak dua gol dalam kemenangan atas Paraguay, dengan 10 pemain lainnya mencetak satu gol setelah lima pertandingan pembuka (sebelum laga Brasil lawan Maroko dan Skotlandia lawan Haiti)," demikian laporan FIFA dalam laman resminya yang dipantau di Jakarta, Minggu.

Dua gol dibukukan oleh Balogun pada paruh pertama pertandingan ketika salah satu tim tuan rumah, Amerika Serikat, unggul 4-1 atas Paraguay pada laga perdana Grup D di Stadion SoFi, Los Angeles.

Penyerang yang kini menginjak usia 25 tahun tersebut turut menorehkan sejarah sebagai penggawa pertama yang mampu menyumbang lebih dari satu gol bagi "Stars and Stripes" dalam sebuah laga Piala Dunia sejak tahun 1930.

Kendati demikian, mengingat baru 10 dari total 48 tim kontestan yang sudah merampungkan laga mereka saat ini, pergeseran posisi yang berarti dalam daftar pencetak gol terbanyak dipastikan bakal terus bergulir pada hari-hari serta pekan-pekan selanjutnya.

Sementara itu, deretan pemain lain yang masing-masing telah mengoleksi satu gol adalah Hwang Inbeom (Korea Selatan), Giovanni Reyna (Amerika Serikat), Cyle Larin (Kanada), Hyeongyu (Korea Selatan), Mauricio (Paraguay), Jovo Lukic (Bosnia dan Herzegovina).

Ditambah lagi dengan Raul Jimenez (Meksiko), Julian Quinones (Meksiko), Ladislav Krejci (Cekoslowakia), Breel Embolo (Swiss), Vinicius Junior (Brasil), Ismael Saibari (Maroko), Jhon McGinn (Skotlandia).

Pihak FIFA memaparkan bahwa trofi Sepatu Emas adidas bakal diserahkan kepada sosok pemain yang mengumpulkan pundi-pundi gol paling banyak sepanjang putaran final turnamen.

Jika terdapat dua pemain atau lebih yang mengantongi catatan jumlah gol setara, maka akumulasi umpan gol atau assist (berdasarkan ketetapan dari anggota FIFA Technical Study Group) bakal dipergunakan sebagai aspek pembeda.

Apabila situasi dua pemain atau lebih tersebut masih kedapatan berimbang setelah kalkulasi jumlah assist dimasukkan, maka akumulasi durasi tampil selama kompetisi akan dijadikan indikator penentu, di mana pemain dengan menit bermain yang lebih sedikit akan ditempatkan pada posisi yang lebih tinggi.

Terkini