Kadin: Program MBG dan Stabilitas Fiskal Harus Berjalan Beriringan

Sabtu, 13 Juni 2026 | 03:45:31 WIB
Program Makan Bergizi Gratis (MBG)

JAKARTA — Kalangan dunia usaha meminta pemerintah untuk menjaga keseimbangan antara pelaksanaan program prioritas, termasuk program Makan Bergizi Gratis (MBG), dengan keberlanjutan fiskal di tengah perhatian publik terhadap penggunaan APBN serta efektivitas belanja negara. 

Dunia usaha pada prinsipnya mendukung program sosial pemerintah, namun menekankan pentingnya menjaga stabilitas fiskal untuk memastikan kepercayaan investor tetap terjaga.

Wakil Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia, Erwin Aksa, menyatakan bahwa prioritas utama saat ini adalah memastikan program sosial dapat berjalan tanpa mengganggu iklim investasi dan ekonomi makro. 

"Dunia usaha juga memiliki perhatian yang sama terhadap keberlanjutan fiskal, efisiensi belanja negara, dan dampaknya terhadap daya beli masyarakat," ujar Erwin kepada Bisnis, Jumat (12/6/2026). 

Ia menekankan perlunya keseimbangan antara agenda pemerataan sosial dan stabilitas ekonomi agar tidak memberi tekanan berlebih pada investasi maupun konsumsi rumah tangga.

Erwin melihat bahwa program MBG berpotensi memberikan dampak ekonomi luas jika melibatkan rantai pasok domestik secara optimal, mulai dari sektor pertanian, perikanan, hingga UMKM. 

Namun, keberhasilan program tersebut sangat bergantung pada tata kelola, distribusi yang efisien, serta keberlanjutan sumber pendanaan. 

Mengingat beban anggaran yang besar untuk membiayai infrastruktur, pendidikan, dan kesehatan, ia mengingatkan pemerintah untuk tetap menerapkan disiplin fiskal serta optimalisasi penerimaan negara.

Lebih lanjut, Erwin menyoroti tekanan biaya hidup akibat kenaikan harga energi dan pelemahan nilai tukar rupiah yang dapat berdampak pada biaya produksi dunia usaha. 

Mengingat konsumsi rumah tangga adalah motor utama ekonomi nasional, pemerintah didorong untuk menjalankan program prioritas secara terukur dan fokus pada efektivitas hasil. 

"Pada akhirnya, yang dibutuhkan saat ini adalah keseimbangan antara agenda pemerataan sosial dan agenda pertumbuhan ekonomi. Keduanya tidak boleh dipertentangkan, melainkan harus saling memperkuat demi menjaga pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan," tegasnya

Terkini