Mentan Dukung Bulog Rilis Beras Kita Premium Stabilkan Pasar

Kamis, 11 Juni 2026 | 17:33:31 WIB
Menteri Pertanian dan Badan Pangan Nasional, Andi Amran Sulaiman. [Foto: NET]

JAKARTA - Menteri Pertanian yang juga menjabat Kepala Badan Pangan Nasional, Andi Amran Sulaiman, memberikan dukungan terhadap usulan Perum Bulog untuk meluncurkan program Beras Kita Premium sebagai upaya menjaga stabilitas harga beras premium di pasaran.

Saat ditemui setelah menghadiri Rapat Kerja bersama Komisi IV DPR RI di Jakarta, Rabu (10/6/2026), Amran menyatakan dukungan tersebut guna merespons rencana Bulog merilis beras Kita Premium sebagai opsi untuk menekan lonjakan harga beras premium di berbagai wilayah.

Bagi Amran, langkah itu menjadi terobosan positif lantaran mampu menambah opsi beras bermutu tinggi buat masyarakat sekaligus mengokohkan fungsi Bulog dalam mengendalikan stabilitas pangan.

"Oh itu (usulan program Beras Kita Premium dalam menstabilkan harga beras premium) bagus tuh. Bagus," katanya.

Dirinya pun meminta Bulog untuk memproduksi beras premium dengan volume yang lebih besar demi mencukupi keperluan pasar serta mempertahankan keseimbangan stok secara nasional.

Amran menganggap ketersediaan produk beras premium milik Bulog ini berpeluang memberi efek bagus bagi pengendalian harga sekaligus mempermudah masyarakat memperoleh beras bermutu dengan harga yang lebih ekonomis.

"Justru Bulog harus buat beras premium sebanyak banyaknya," ujarnya.

Kendati merestui ide tersebut, Amran enggan membeberkan secara detail terkait formula skema yang akan diterapkan.

"Nanti kami diskusi besok. Kan kami ketemu lagi di (Kementerian) Pertanian besok," kata Amran singkat sebelum meninggalkan kompleks DPR RI.

Di sisi lain, Perum Bulog mengajukan gagasan program Beras Kita Premium demi mengendalikan lonjakan harga beras premium yang tengah melambung di pasar.

Direktur Utama Perum Bulog, Ahmad Rizal Ramdhani, menyebutkan bahwa usulan ini diutarakan saat Rapat Koordinasi Terbatas Perkembangan Harga Komoditas Pangan di Jakarta, Selasa (9/10/2026).

“Kami hanya mengusulkan untuk membuat Beras Kita Premium,” kata Rizal usai rapat.

Skema program ini dirancang memakai konsep yang mirip dengan program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP), yang sejauh ini diterapkan khusus untuk komoditas beras medium.

Ide program baru ini mencuat lantaran pergerakan harga beras premium terus merangkak naik, sementara untuk harga beras medium terpantau masih cukup aman.

"Beras medium aman, stabil. Hanya beras premium yang agak meningkat. Tadi saya memberikan saran di rapat dibuatkan Program Beras Kita Premium, seperti beras SPHP," ujarnya.

Rizal menginformasikan harga Beras Kita Premium yang mereka rekomendasikan berada di level kisaran Rp14.900 per kg. Ia menambahkan, pengajuan tersebut kini masih dikaji secara mendalam dan belum mengantongi izin resmi.

“Nah ini kan saya baru mengajukan saran. Belum di-approve,” ucap Rizal.

Mekanisme program ini ke depannya bakal memakai persediaan beras milik pemerintah lewat sistem stabilisasi harga layaknya SPHP, dengan tujuan gejolak harga pada beras premium bisa diredam.

Program SPHP sendiri sejauh ini memang dikonsentrasikan guna mempertahankan stabilitas harga beras medium lewat pendistribusian cadangan beras pemerintah langsung ke pasar.

Kehadiran usulan Beras Kita Premium ini diproyeksikan mampu menjadi alat kontrol tambahan demi menjaga keterjangkauan harga beras premium di tengah tingginya minat konsumen. 

Langkah berikutnya masih digodok bersama Kementerian Koordinator Bidang Pangan serta instansi/lembaga terkait lainnya.

"Sedang didiskusikan dulu. Nah, mudah-mudahan ada, sehingga nanti (harga beras premium) turun. As soon as possible, biar masyarakat tenang," tuturnya.

Terkini