Masjid Agung Al-Azhar Hadirkan Beragam Kegiatan Ramadan 1447 Hijriah

Kamis, 19 Februari 2026 | 13:31:47 WIB
Masjid Agung Al-Azhar Hadirkan Beragam Kegiatan Ramadan 1447 Hijriah

JAKARTA - Masjid Agung Al-Azhar kembali menyemarakkan Ramadan dengan berbagai program ibadah dan sosial. Pengelola masjid di Jakarta Selatan menghadirkan kegiatan mulai dari bazar hingga itikaf selama bulan suci 1447 Hijriah.

"Ada kegiatan pelatihan pemulasaran jenazah, lomba MHQ, adzan, dan hafalan surat pendek, serta kuliah subuh setiap Sabtu dan Minggu," kata Kepala Kantor Masjid Agung Al-Azhar Tatang Komara kepada wartawan di Jakarta, dikutip dari ANTARA, Rabu, 18 Februari 2026.

Rangkaian kegiatan tidak hanya menyasar jamaah dewasa, tetapi juga generasi muda. Program pelatihan dan lomba menjadi ruang pembinaan sekaligus syiar untuk meningkatkan kualitas ibadah selama Ramadan.

Program Layanan Kesehatan dan Bazar Ramadan

Selain kegiatan ibadah, masjid juga menggelar layanan kesehatan gratis untuk masyarakat sekitar. Bazar Ramadan turut menjadi bagian dari kepedulian sosial masjid kepada warga.

Kegiatan ini memungkinkan jamaah dan masyarakat menikmati layanan medis dasar serta membeli kebutuhan Ramadan dengan harga terjangkau. Bazar dan layanan kesehatan menjadi bukti peran masjid sebagai pusat kepedulian sosial.

Kajian dan Itikaf 10 Malam Terakhir

Kajian dan itikaf selama 10 malam terakhir menjadi fokus utama bagi jamaah yang ingin meraih malam Lailatul Qadar. Program ini diharapkan memberi pengalaman ibadah yang lebih khusyuk dan bermakna.

Itikaf dan kajian menghadirkan kesempatan jamaah mendalami ilmu agama serta mendekatkan diri kepada Allah. Momentum ini juga menjadi sarana pembinaan spiritual bagi seluruh lapisan jamaah.

Kesiapan Salat Tarawih dan Fasilitas Masjid

Tatang menyebut Masjid Agung Al-Azhar siap menggelar salat tarawih sesuai sidang isbat dari Pemerintah melalui Kementerian Agama. "Insya Allah sudah siap baik sarana atau petugasnya," ucapnya.

Kesiapan mencakup fasilitas ibadah, pengaturan jemaah, hingga petugas yang akan melayani seluruh kegiatan Ramadan. Langkah ini memastikan semua ibadah berlangsung lancar dan tertib, meski jumlah jamaah meningkat.

Penetapan Awal Ramadan 1447 H

Pemerintah menetapkan 1 Ramadan 1447 H/2026 M jatuh pada Kamis, 19 Februari 2026. Penetapan ini berdasarkan hasil Sidang Isbat yang dipimpin Menteri Agama Nasaruddin Umar di Jakarta, Selasa, 17 Februari 2026.

Indonesia menggunakan metode hisab dan rukyat dalam penentuan awal bulan hijriah. Hisab berfungsi sebagai informasi awal, sementara rukyat menjadi konfirmasi dalam sidang isbat yang melibatkan pakar astronomi, perwakilan ormas Islam, dan instansi terkait.

Peran Masjid sebagai Pusat Peradaban dan Pemberdayaan

Dengan rangkaian program ibadah, edukasi, dan sosial yang terintegrasi, Masjid Agung Al-Azhar menegaskan perannya bukan sekadar pusat salat berjamaah. Masjid juga berperan sebagai pusat peradaban dan pemberdayaan umat selama Ramadan.

Program-program yang dijalankan membentuk jamaah tidak hanya dari sisi ibadah, tetapi juga kompetensi sosial, kepedulian terhadap sesama, dan penguatan akhlak. Masjid menjadi sarana membangun kualitas generasi muda dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Ragam kegiatan mulai dari bazar, layanan kesehatan, lomba keagamaan, hingga itikaf menunjukkan keseriusan pengelola masjid dalam menyelenggarakan Ramadan yang komprehensif. Setiap program didesain agar jamaah dapat beribadah, belajar, dan berbagi manfaat dengan lingkungan sekitar.

Kegiatan pelatihan pemulasaran jenazah menambah pemahaman praktis bagi jamaah dewasa. Lomba MHQ, adzan, dan hafalan surat pendek menjadi media pembinaan anak muda agar lebih dekat dengan Al-Qur’an.

Kuliah subuh yang digelar setiap Sabtu dan Minggu memberikan kesempatan jamaah menambah ilmu agama di pagi hari. Program ini mendorong pembiasaan ibadah rutin sekaligus menanamkan disiplin waktu yang baik selama Ramadan.

Bazar Ramadan memungkinkan masyarakat membeli kebutuhan pokok dan takjil dengan mudah. Kegiatan ini memadukan aspek sosial dan ekonomi, sekaligus mendukung keberlangsungan kegiatan masjid.

Layanan kesehatan gratis memastikan warga mendapatkan akses pemeriksaan medis dasar. Pemeriksaan ini membantu mendeteksi masalah kesehatan sejak dini, khususnya bagi lansia dan anak-anak.

Kajian dan itikaf di 10 malam terakhir menekankan makna spiritual bulan Ramadan. Jamaah yang mengikuti program ini diharapkan dapat meraih keberkahan malam Lailatul Qadar secara maksimal.

Salat tarawih yang dijadwalkan sesuai sidang isbat memberikan kepastian bagi jamaah. Fasilitas masjid yang lengkap dan petugas yang siap mendukung kenyamanan selama ibadah.

Penetapan awal Ramadan yang tepat memastikan keselarasan ibadah di seluruh Indonesia. Kolaborasi hisab dan rukyat serta sidang isbat menjadi bukti pendekatan ilmiah dan syariat berjalan seiring.

Masjid Agung Al-Azhar menegaskan komitmen dalam mengintegrasikan ibadah, edukasi, dan sosial. Dengan demikian, Ramadan di masjid tidak hanya menjadi kegiatan ritual, tetapi juga ajang pembinaan dan pemberdayaan umat.

Program yang terstruktur ini mendorong jamaah untuk aktif berpartisipasi dalam berbagai kegiatan. Setiap anggota masyarakat, dari anak-anak hingga dewasa, memiliki kesempatan belajar, beribadah, dan berbagi kebaikan.

Melalui rangkaian kegiatan komprehensif, masjid menjadi pusat pembelajaran spiritual, sosial, dan praktis. Hal ini membentuk kesadaran kolektif masyarakat akan pentingnya ibadah yang bermakna dan bermanfaat bagi lingkungan.

Dengan kesiapan sarana, program edukasi, dan kepedulian sosial yang menyeluruh, Masjid Agung Al-Azhar memastikan Ramadan 1447 H menjadi bulan penuh keberkahan bagi semua jamaah.

Terkini