Rahasia Ketupat Lebaran Kenyal Tidak Mudah Basi Ala Chef Profesional

Kamis, 19 Februari 2026 | 12:41:14 WIB
Rahasia Ketupat Lebaran Kenyal Tidak Mudah Basi Ala Chef Profesional

JAKARTA - Hidangan khas Lebaran selalu menghadirkan rasa rindu yang sulit dijelaskan dengan kata-kata. Salah satu sajian yang hampir tidak pernah absen di meja makan adalah ketupat yang menjadi simbol kebersamaan dan tradisi turun-temurun.

Banyak orang mengira membuat ketupat hanyalah soal merebus beras dalam anyaman janur hingga matang. Padahal, ada teknik khusus agar hasilnya tetap kenyal, tidak lembek, dan tahan lebih lama saat disajikan.

Hari Raya Idul Fitri rasanya kurang lengkap tanpa ketupat. Ketupat yang terbuat dari beras dan dibungkus anyaman daun kelapa (janur) biasanya disantap dengan opor ayam dan rendang.

Di balik tampilannya yang sederhana, proses memasak ketupat membutuhkan ketelitian sejak pemilihan bahan hingga cara penyimpanan. Kesalahan kecil saja bisa membuat teksturnya terlalu keras atau justru cepat basi.

Pemilihan Beras Menjadi Kunci Utama

Untuk membuat ketupat yang kenyal dan lezat, Chef Hari Purwanto menyarankan untuk menggunakan beras yang berkualitas dan pulen. Namun jika ingin menggunakan beras pera, maka perlu direndam selama 20 menit.

Pemilihan jenis beras sangat memengaruhi hasil akhir karena kandungan air dan pati menentukan kepadatan tekstur ketupat. Beras pulen cenderung menghasilkan ketupat yang lembut tetapi tetap padat saat dipotong.

“Kalau kualitas berasnya pulen tidak perlu direndam, cukup dicuci dan ditiriskan saja. Supaya mudah memasukkannya ke dalam anyaman ketupat, pastikan beras sudah dalam kondisi kering,” kata Chef Hari dalam saluran YouTube resminya, dikutip pada Selasa, 25 Maret 2025.

Kondisi beras yang terlalu basah dapat menyulitkan proses pengisian karena membuat anyaman menjadi licin. Selain itu, kadar air berlebih bisa memengaruhi kepadatan nasi saat mengembang di dalam bungkus.

Langkah sederhana seperti meniriskan beras ternyata sangat menentukan keberhasilan proses memasak ketupat. Banyak orang melewatkan tahap ini sehingga hasilnya kurang maksimal.

Teknik Mengisi Anyaman Agar Tidak Keras

Agar ketupat tidak mengeras, masukan beras dalam anyaman ketupat sebanyak tiga perempat saja, jangan sampai penuh. Menurut Chef Hari, satu ketupat beratnya bisa mencapai 70 gram beras, meskipun tergantung pada bentuk ketupatnya.

Memberi ruang di dalam anyaman sangat penting karena beras akan mengembang selama proses perebusan. Jika diisi terlalu penuh, tekanan dari dalam membuat tekstur menjadi padat dan keras.

“Kencangkan anyaman ketupat agar beras tidak tumpah saat direbus. Ikat untaian anyaman ketupat agar lebih mudah saat memasak dan memegangnya,” kata Chef Hari.

Anyaman yang rapat membantu menjaga bentuk ketupat tetap rapi meski direbus dalam waktu lama. Ikatan yang kuat juga memudahkan saat ketupat diangkat tanpa merusak strukturnya.

Proses ini sering dianggap sepele, padahal berpengaruh besar pada tampilan dan kepadatan ketupat setelah matang. Ketupat yang terisi dengan takaran tepat akan menghasilkan potongan yang cantik dan tidak mudah hancur.

Proses Perebusan Menentukan Kematangan Sempurna

Untuk memasak ketupat, pertama-tama rebus air hingga mendidih. Setelah itu, masukan ketupat ke dalam panci dan pastikan semuanya terendam air.

Perendaman penuh memastikan panas merata sehingga seluruh bagian beras matang secara konsisten. Jika ada bagian yang tidak terendam, ketupat bisa matang tidak sempurna.

Secara umum, ketupat membutuhkan waktu memasak sekitar tiga hingga lima jam. Namun, jika menggunakan panci khusus ada metode yang lebih praktis.

Caranya, kata Chef Hari, masak ketupat selama 15 menit, lalu matikan kompor dan biarkan panci tertutup selama 30 menit. Setelah itu, nyalakan kembali kompor dan masak ketupat selama 15 menit lagi.

Jika air berkurang, bisa ditambahkan kembali. Metode ini membantu menghemat energi tanpa mengurangi tingkat kematangan ketupat.

Teknik pemanasan bertahap membuat panas tersimpan di dalam panci sehingga proses tanak tetap berlangsung meski kompor dimatikan. Cara ini menjadi alternatif praktis bagi banyak keluarga modern.

“Setelah proses kedua selesai, matikan kompor dan biarkan ketupat tetap dalam panci tertutup selama 10 menit sebelum diangkat,” kata Chef Hari.

Tahapan istirahat ini memberi waktu bagi nasi untuk memadat secara alami di dalam anyaman. Hasilnya, tekstur menjadi lebih stabil dan tidak mudah buyar saat dipotong.

Cara Penanganan Setelah Matang Agar Tidak Cepat Basi

Setelah matang, ia menekankan pentingnya menggantung ketupat agar sisa air di dalamnya bisa menetes. Hindari meletakkan ketupat di permukaan datar karena dapat membuat ketupat lebih cepat basi dan teksturnya menjadi lembek.

Proses penirisan alami membantu mengurangi kelembapan berlebih yang dapat memicu pembusukan. Sirkulasi udara di sekitar ketupat juga menjaga kualitasnya tetap baik lebih lama.

Banyak orang langsung menumpuk ketupat setelah matang karena ingin segera menyajikannya. Kebiasaan ini justru membuat uap air terperangkap dan mempercepat perubahan tekstur.

Menggantung ketupat merupakan teknik tradisional yang masih relevan hingga sekarang. Cara sederhana ini terbukti efektif menjaga ketupat tetap kenyal hingga waktu makan tiba.

Berikut beberapa langkah penting yang perlu diperhatikan saat membuat ketupat Lebaran:

Gunakan beras berkualitas agar tekstur ketupat lebih pulen. Jika memakai beras pera, rendam sekitar 20 menit sebelum digunakan.

Pastikan beras sudah ditiriskan hingga cukup kering sebelum dimasukkan ke dalam anyaman. Kondisi ini memudahkan proses pengisian dan menjaga takaran tetap presisi.

Isi anyaman hanya tiga perempat bagian supaya beras punya ruang untuk mengembang. Jangan memadatkan isi karena dapat membuat ketupat menjadi keras.

Rebus ketupat hingga seluruh bagian terendam air agar matang merata. Gunakan metode perebusan bertahap jika ingin cara yang lebih praktis.

Setelah matang, gantung ketupat hingga air menetes habis. Hindari menyimpannya di permukaan datar agar tidak cepat basi.

Dengan memahami setiap tahapan tersebut, membuat ketupat bukan lagi pekerjaan yang sulit dilakukan di rumah. Justru, prosesnya bisa menjadi momen kebersamaan keluarga menjelang Hari Raya.

Ketupat bukan sekadar makanan pelengkap, tetapi juga simbol tradisi yang sarat makna. Kehadirannya di meja makan selalu membawa nuansa hangat dan mempererat hubungan antaranggota keluarga.

Melalui teknik yang tepat, siapa pun dapat menghasilkan ketupat yang lezat, kenyal, dan tahan lama tanpa harus membeli. Sentuhan ketelitian dalam setiap langkah akan menghasilkan sajian istimewa yang layak dinikmati saat Lebaran.

Terkini