Strategi Besar Lampung Perkuat Kapal Khusus Logistik Demi Kelancaran Arus Mudik Lebaran 2026

Kamis, 19 Februari 2026 | 10:35:18 WIB
Strategi Besar Lampung Perkuat Kapal Khusus Logistik Demi Kelancaran Arus Mudik Lebaran 2026

JAKARTA - Menjelang musim mudik Lebaran, perhatian pemerintah daerah tertuju pada kesiapan sarana transportasi yang mampu mengakomodasi lonjakan mobilitas masyarakat. Momentum tahunan ini tidak hanya berkaitan dengan perjalanan pulang kampung, tetapi juga menyangkut kelancaran distribusi logistik dan stabilitas aktivitas ekonomi.

Pemerintah Provinsi Lampung melalui Dinas Perhubungan mulai melakukan berbagai langkah antisipatif agar pergerakan penumpang tidak menumpuk di satu titik. Upaya ini dilakukan dengan memperkuat seluruh moda transportasi secara terintegrasi.

Kepala Dinas Perhubungan Provinsi Lampung Bambang Sumbogo mengatakan, penambahan dilakukan pada sektor penyeberangan, kereta api, angkutan darat, hingga penerbangan. Kebijakan tersebut dirancang untuk memastikan kesiapan infrastruktur menghadapi puncak arus mudik.

Penguatan Layanan Penyeberangan Jadi Prioritas Utama

Sektor penyeberangan menjadi fokus utama karena jalur ini merupakan salah satu gerbang mobilitas tersibuk menuju Pulau Sumatera. Pemerintah daerah menilai kapasitas armada harus ditingkatkan agar antrean kendaraan dan penumpang dapat ditekan.

Dia menjelaskan, pada layanan penyeberangan saat ini tersedia skema eksklusif dengan total 16 kapal, terdiri dari enam kapal eksklusif 1 dan 10 kapal eksklusif 2, ditambah empat kapal baru. Skema tersebut diharapkan mampu mempercepat proses penyeberangan sekaligus meningkatkan kenyamanan pengguna jasa.

“Dengan penambahan ini, kapasitas layanan penyeberangan meningkat signifikan untuk mengantisipasi lonjakan penumpang saat puncak mudik,” ujar Bambang, Rabu, 18 Februari 2026. Pernyataan ini menegaskan bahwa kesiapan armada menjadi faktor penting dalam menjaga kelancaran arus perjalanan.

Selain kapal penumpang, Dishub juga menyiapkan enam kapal khusus logistik dan membuka peluang penambahan dua kapal lagi guna memperlancar distribusi barang selama periode Lebaran. Keberadaan kapal logistik dinilai krusial untuk menjaga pasokan kebutuhan pokok tetap stabil.

Langkah ini tidak hanya berorientasi pada mobilitas manusia, tetapi juga menjamin rantai pasok tetap berjalan selama masa libur panjang. Dengan demikian, aktivitas ekonomi masyarakat tidak terganggu akibat hambatan transportasi.

Beberapa penguatan yang dilakukan di sektor penyeberangan meliputi:

Penambahan armada kapal eksklusif untuk penumpang.

Pengoperasian kapal baru guna memperbesar kapasitas angkut.

Penyediaan kapal logistik untuk distribusi barang kebutuhan masyarakat.

Evaluasi jadwal keberangkatan agar lebih efisien dan merata.

Perjalanan Kereta Api Ditambah untuk Menekan Kepadatan

Di sektor perkeretaapian, jumlah perjalanan turut ditingkatkan. Penambahan ini dilakukan setelah melihat tingginya minat masyarakat menggunakan moda transportasi massal yang relatif stabil dan terjadwal.

Dari sebelumnya lima rangkaian, kini bertambah menjadi delapan rangkaian kereta api dengan total 18 set. Penambahan tersebut memberikan ruang lebih luas bagi masyarakat untuk mendapatkan tiket perjalanan.

Penambahan ini juga didukung subsidi pemerintah sehingga tarif lebih terjangkau bagi masyarakat. Kebijakan subsidi menjadi bagian dari strategi agar transportasi publik tetap menjadi pilihan utama selama musim mudik.

Ketersediaan kursi yang lebih banyak diharapkan mampu mengurangi ketergantungan pada kendaraan pribadi. Selain itu, peningkatan layanan kereta api juga berkontribusi pada pengurangan kemacetan di jalur darat.

Pemerintah daerah melihat bahwa optimalisasi transportasi massal dapat menjadi solusi jangka panjang dalam pengelolaan mobilitas musiman. Dengan sistem yang semakin tertata, perjalanan masyarakat menjadi lebih aman dan efisien.

Optimalisasi Angkutan Darat Melalui Pengoperasian Terminal

Untuk angkutan darat, Dishub Lampung telah mengoperasionalkan tujuh terminal tipe B di berbagai kabupaten/kota. Terminal tersebut melayani angkutan antarkota dalam provinsi (AKDP) guna memperluas jangkauan layanan masyarakat.

“Dengan bertambahnya terminal, distribusi penumpang bisa lebih merata dan tidak terpusat di satu lokasi,” jelasnya. Penyebaran titik keberangkatan dinilai mampu mengurangi kepadatan yang biasanya terjadi di terminal utama.

Keberadaan terminal tambahan juga membantu menghubungkan daerah-daerah penyangga dengan pusat mobilitas. Hal ini memberi kemudahan akses bagi masyarakat yang sebelumnya harus menempuh jarak lebih jauh untuk mendapatkan transportasi.

Penguatan sektor darat menjadi bagian penting karena moda ini masih menjadi pilihan dominan masyarakat untuk perjalanan jarak pendek dan menengah. Pemerintah memastikan fasilitas terminal mendukung kenyamanan dan keselamatan penumpang.

Langkah-langkah yang dilakukan pada sektor angkutan darat antara lain:

Mengoperasikan terminal tipe B di sejumlah wilayah strategis.

Mengatur ulang trayek AKDP agar menjangkau lebih banyak daerah.

Menyebarkan arus keberangkatan untuk menghindari penumpukan.

Meningkatkan koordinasi operasional antarwilayah.

Status Internasional Bandara Kembali Aktif dan Frekuensi Penerbangan Ditambah

Sementara di sektor udara, peningkatan layanan ditandai dengan aktifnya kembali status internasional Bandara Radin Inten II. Status ini membuka peluang konektivitas yang lebih luas, termasuk penerbangan luar negeri.

Bandara tersebut dijadwalkan melayani penerbangan internasional rutin, termasuk rute ke luar negeri. Aktivasi kembali layanan internasional menjadi sinyal kesiapan infrastruktur transportasi udara di Lampung.

Dishub juga mencatat, frekuensi penerbangan domestik Jakarta–Lampung akan bertambah, terutama pada akhir pekan yang selama ini mengalami keterbatasan armada. Penambahan jadwal ini diharapkan mengakomodasi lonjakan penumpang yang biasanya terjadi mendekati hari raya.

Konektivitas udara menjadi alternatif penting bagi masyarakat yang membutuhkan perjalanan cepat. Selain itu, peningkatan layanan penerbangan juga mendukung pertumbuhan sektor pariwisata dan bisnis daerah.

Pemerintah daerah memastikan koordinasi dengan berbagai pihak berjalan intensif agar operasional bandara berlangsung optimal selama periode mudik. Langkah ini sekaligus menjadi bagian dari penguatan jaringan transportasi nasional.

Komitmen Pemerintah Menjamin Mudik Aman dan Nyaman

Bambang menegaskan, peningkatan jumlah layanan ini merupakan bagian dari komitmen Pemerintah Provinsi Lampung dalam menjamin kelancaran mobilitas masyarakat. Pemerintah ingin memastikan seluruh moda transportasi mampu bekerja secara maksimal dan saling terhubung.

“Baik darat, laut, kereta api, maupun udara, semuanya kami tambah dari sisi jumlah armada dan frekuensi. Targetnya, masyarakat bisa mudik dengan lebih nyaman dan aman,” katanya.

Ia menambahkan, penguatan layanan transportasi ini sejalan dengan arahan Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal untuk memastikan kesiapan angkutan Lebaran berjalan optimal. Arahan tersebut menjadi dasar koordinasi lintas sektor dalam mempersiapkan angkutan mudik.

Pemerintah optimistis bahwa kesiapan yang dilakukan sejak dini akan berdampak besar terhadap kelancaran perjalanan masyarakat. Sinergi antarinstansi menjadi kunci keberhasilan dalam menghadapi lonjakan mobilitas tahunan.

“Kami optimistis, dengan peningkatan jumlah layanan ini, kepadatan dapat ditekan dan pelayanan kepada masyarakat semakin maksimal,” pungkasnya. Pernyataan tersebut menutup rangkaian upaya yang menekankan pentingnya kesiapan menyeluruh dalam menyambut arus mudik Lebaran 2026.

Terkini