JAKARTA - Memasuki periode awal aktivitas masyarakat di bulan ini, perhatian publik mulai tertuju pada kondisi energi harian, khususnya bahan bakar minyak. Ketersediaan BBM menjadi faktor penting karena berkaitan langsung dengan mobilitas, distribusi logistik, dan rencana perjalanan masyarakat.
Aktivitas tetap berjalan normal di awal bulan, sementara sebagian masyarakat mulai menyiapkan rencana perjalanan dan kebutuhan mobilitas harian. Situasi ini membuat pemantauan pasokan BBM menjadi hal yang sangat diperhatikan oleh konsumen.
Pantauan hari ini menunjukkan pasokan BBM di SPBU Pertamina dalam kondisi berdistribusi normal. Seluruh produk, baik subsidi maupun non-subsidi, tersedia sehingga konsumen tidak perlu khawatir terhadap ketersediaan stok.
Harga juga masih berada di level stabil sehingga tidak menimbulkan gejolak di tingkat konsumen. Stabilitas ini memberi kepastian bagi masyarakat dalam mengatur pengeluaran transportasi harian.
Namun, kondisi berbeda terjadi di jaringan Shell. Shell V-Power dilaporkan habis di seluruh Indonesia, sementara Shell Super hanya tersedia secara terbatas di beberapa wilayah seperti Lamongan dan Mojokerto.
Di luar dua wilayah tersebut, produk yang terpantau masih tersedia di sejumlah SPBU Shell hanya Shell Diesel. Situasi ini membuat distribusi BBM jenis bensin beroktan tinggi menjadi tidak merata.
Kondisi tersebut membuat konsumen kendaraan berbahan bakar bensin dengan kebutuhan RON tinggi harus mencari alternatif lain yang masih tersedia. Secara umum, pergerakan harga BBM non-subsidi di dalam negeri masih berada dalam rentang relatif terkendali.
Pasar masih menunggu perkembangan dinamika global dan kebijakan energi nasional yang dapat memengaruhi harga. Hal ini menjadi pertimbangan penting dalam menentukan arah penyesuaian harga berikutnya.
Kondisi Distribusi BBM Nasional Masih Terjaga
Distribusi BBM yang stabil menjadi indikator bahwa rantai pasok energi masih berjalan baik. Pemerintah dan operator energi terus menjaga keseimbangan antara pasokan dan konsumsi masyarakat.
Ketersediaan stok di berbagai daerah menunjukkan bahwa sistem logistik BBM tetap mampu memenuhi kebutuhan nasional. Hal ini penting terutama menjelang periode meningkatnya mobilitas masyarakat.
Masyarakat pun tidak perlu melakukan pembelian berlebih karena pasokan berada dalam kondisi aman. Stabilitas distribusi menjadi kunci untuk menghindari kepanikan pasar.
Perbedaan kondisi antar penyedia BBM menunjukkan bahwa dinamika pasokan bisa berbeda pada setiap jaringan. Faktor distribusi, permintaan lokal, dan strategi perusahaan turut memengaruhi ketersediaan produk tertentu.
Harga BBM Pertamina Per 19 Februari 2026
Berikut penyesuaian harga BBM di wilayah Pulau Jawa yang mencakup lini bensin hingga diesel:
Pertalite (RON 90): Rp10.000 per liter
Biosolar (CN 48): Rp6.800 per liter
Pertamax (RON 92): Rp11.800 per liter
Pertamax Turbo (RON 98): Rp12.700 per liter
Pertamax Green 95 (RON 95): Rp12.450 per liter
Dexlite (CN 51): Rp13.250 per liter
Pertamina Dex (CN 53): Rp13.500 per liter
Harga tersebut masih menunjukkan kestabilan dibandingkan periode sebelumnya. Tidak adanya lonjakan signifikan memberi ruang bagi masyarakat untuk tetap menjalankan aktivitas tanpa tekanan biaya energi.
Harga BBM Shell Per 19 Februari 2026
Shell Indonesia kembali menurunkan harga BBM di awal bulan ini. Koreksi harga tercatat antara Rp80 hingga Rp760 per liter dibandingkan periode sebelumnya.
Berikut daftar harga terbaru:
Shell Super (RON 92): Rp12.050 per liter
Shell V-Power (RON 95): Rp12.500 per liter
Shell V-Power Nitro+ (RON 98): Rp12.720 per liter
Shell V-Power Diesel (CN 51): Rp13.600 per liter
Penyesuaian ini menunjukkan adanya strategi harga yang mengikuti dinamika pasar energi global. Meski demikian, keterbatasan stok pada beberapa produk tetap menjadi perhatian konsumen.
Harga BBM BP Per 19 Februari 2026
Jaringan SPBU BP-AKR juga menyesuaikan harga BBM sejak awal Februari. Penurunan terjadi di kisaran Rp260 hingga Rp690 per liter.
Berikut rincian harga BBM BP:
BP 92 (RON 92): Rp12.050 per liter
BP Ultimate (RON 95): Rp12.500 per liter
BP Ultimate Diesel (CN 53): Rp13.600 per liter
Penyesuaian ini memperlihatkan adanya tren penurunan harga di beberapa jaringan SPBU swasta. Persaingan harga menjadi salah satu faktor yang menguntungkan konsumen.
Harga BBM Vivo Per 19 Februari 2026
SPBU Vivo mengikuti tren penurunan harga BBM pada awal bulan. Penyesuaian harga berada di rentang Rp10 hingga Rp650 per liter meski varian produk lebih terbatas.
Berikut daftar harga Vivo:
Revvo 92 (RON 92): Rp12.050 per liter
Revvo 95 (RON 95): Rp12.500 per liter
Diesel Primus Plus (CN 51): Rp13.610 per liter
Langkah ini menunjukkan bahwa berbagai penyedia BBM berusaha menjaga daya saing di tengah kondisi pasar yang dinamis. Konsumen memiliki lebih banyak pilihan sesuai kebutuhan kendaraan mereka.
Harga BBM Pertamina Seluruh Wilayah Indonesia Per 19 Februari 2026
Mengacu pada penyesuaian harga yang mulai berlaku 1 Februari 2026, Pertamina menurunkan harga BBM non-subsidi di seluruh wilayah Indonesia. Sementara itu, harga BBM bersubsidi seperti Pertalite dan Biosolar tetap tidak berubah.
Sumatera dan sekitarnya:
Aceh: Pertalite Rp10.000, Pertamax Rp12.100, Pertamax Turbo Rp13.000, Biosolar Rp6.800, Dexlite Rp13.550, Pertamina Dex Rp13.800.
FTZ Sabang: Pertalite Rp10.000, Pertamax Rp11.100, Biosolar Rp6.800, Dexlite Rp12.350.
Sumatera Utara: Pertalite Rp10.000, Pertamax Rp12.100, Pertamax Turbo Rp13.000, Biosolar Rp6.800, Dexlite Rp13.550, Pertamina Dex Rp13.800.
Sumatera Barat, Jambi, Bengkulu, Sumatera Selatan, Bangka Belitung, Lampung: Pertalite Rp10.000, Pertamax Rp12.400, Pertamax Turbo Rp13.250, Biosolar Rp6.800, Dexlite Rp13.850, Pertamina Dex Rp14.100.
Riau dan Kepulauan Riau: Pertalite Rp10.000, Pertamax Rp12.400, Pertamax Turbo Rp13.250, Biosolar Rp6.800, Dexlite Rp13.850, Pertamina Dex Rp14.100.
FTZ Batam: Pertalite Rp10.000, Pertamax Rp11.300, Pertamax Turbo Rp12.050, Biosolar Rp6.800, Dexlite Rp12.550, Pertamina Dex Rp12.800.
Jawa dan Bali:
DKI Jakarta, Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, DI Yogyakarta, Jawa Timur: Pertalite Rp10.000, Pertamax Rp11.800, Pertamax Turbo Rp12.700, Pertamax Green 95 Rp12.450, Biosolar Rp6.800, Dexlite Rp13.250, Pertamina Dex Rp13.500.
Bali dan Nusa Tenggara Barat: Pertalite Rp10.000, Pertamax Rp11.800, Pertamax Turbo Rp12.700, Biosolar Rp6.800, Dexlite Rp13.250, Pertamina Dex Rp13.500.
Nusa Tenggara Timur: Pertalite Rp10.000, Pertamax Rp12.100, Pertamax Turbo Rp13.000, Biosolar Rp6.800, Dexlite Rp13.550, Pertamina Dex Rp13.800.
Kalimantan:
Kalimantan Barat, Tengah, Timur: Pertalite Rp10.000, Pertamax Rp12.100, Pertamax Turbo Rp13.000, Biosolar Rp6.800, Dexlite Rp13.550, Pertamina Dex Rp13.800.
Kalimantan Selatan dan Kalimantan Utara: Pertalite Rp10.000, Pertamax Rp12.400, Pertamax Turbo Rp13.250, Biosolar Rp6.800, Dexlite Rp13.850, Pertamina Dex Rp14.100.
Sulawesi:
Sulawesi Utara, Gorontalo, Sulawesi Tengah, Tenggara, Selatan, Barat: Pertalite Rp10.000, Pertamax Rp12.100, Pertamax Turbo Rp13.000, Biosolar Rp6.800, Dexlite Rp13.550, Pertamina Dex Rp13.800.
Maluku dan Papua:
Maluku dan Maluku Utara: Pertalite Rp10.000, Pertamax Rp12.100, Biosolar Rp6.800, Dexlite Rp13.550.
Papua, Papua Barat, Papua Selatan, Papua Pegunungan, Papua Tengah, Papua Barat Daya: Pertalite Rp10.000, Pertamax Rp12.100, Pertamax Turbo Rp13.000, Biosolar Rp6.800, Dexlite Rp13.550, Pertamina Dex Rp13.800 di wilayah tertentu.
Penyesuaian harga ini mencerminkan respons sektor energi terhadap dinamika pasar dan kebijakan yang terus berubah di dalam negeri. Setiap perubahan dilakukan untuk menjaga keseimbangan antara stabilitas industri dan daya beli masyarakat terhadap BBM.