ASDP Tingkatkan Konektivitas Laut di Wakatobi untuk Pariwisata dan Pertumbuhan Ekonomi Masyarakat Lokal

Jumat, 06 Februari 2026 | 08:35:09 WIB
ASDP Tingkatkan Konektivitas Laut di Wakatobi untuk Pariwisata dan Pertumbuhan Ekonomi Masyarakat Lokal

JAKARTA - PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) terus memperkuat konektivitas laut di Kabupaten Wakatobi, Sulawesi Tenggara. Layanan penyeberangan yang andal diharapkan mempermudah mobilitas masyarakat, distribusi barang, serta mendorong pertumbuhan ekonomi dan pariwisata daerah.

Direktur Utama ASDP, Heru Widodo, menjelaskan pihaknya melayani rute Kamaru, Kabupaten Buton, menuju Wakatobi. “Kehadiran layanan ini mempermudah mobilitas, membuka akses distribusi barang, dan mendorong pertumbuhan ekonomi serta pariwisata kepulauan secara berkelanjutan,” ujar Heru, Kamis, 5 Februari 2026.

Konektivitas laut dianggap sebagai tulang punggung ekonomi kepulauan. Layanan ASDP memberikan kesempatan bagi masyarakat dan pelaku usaha untuk menjangkau pasar lebih luas tanpa hambatan transportasi.

Dengan adanya penyeberangan reguler, pengiriman barang kebutuhan sehari-hari dan logistik pariwisata dapat dilakukan lebih cepat dan aman. Hal ini mendukung pertumbuhan usaha lokal sekaligus meningkatkan kesejahteraan warga kepulauan.

Wakatobi Sebagai Destinasi Wisata Bahari Dunia

Wakatobi dikenal sebagai destinasi wisata bahari kelas dunia, berada di jantung Coral Triangle dengan terumbu karang yang menakjubkan. Pulau-pulau seperti Wangi-Wangi, Kaledupa, Tomia, dan Hoga menawarkan snorkeling dan diving yang mendorong ekonomi lokal berbasis pariwisata.

Pariwisata bahari ini membuka peluang usaha bagi masyarakat, mulai dari jasa kapal wisata hingga homestay dan kuliner lokal. Keindahan laut dan biodiversitas yang tinggi menjadi magnet bagi wisatawan domestik maupun mancanegara.

Heru menekankan bahwa kapal penyeberangan bukan sekadar transportasi biasa. “Lintasan ke Wakatobi menunjukkan bagaimana konektivitas laut mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekaligus mendukung pariwisata,” ujarnya.

Setiap rute laut juga berperan sebagai jembatan ekonomi yang menghubungkan potensi daerah dengan pasar lebih luas. Dengan sistem transportasi laut yang stabil, investor dan pelaku usaha lebih yakin menanamkan modal di sektor pariwisata dan perdagangan.

Armada dan Layanan Strategis ASDP

General Manager ASDP Cabang Bau-Bau, Zullivan Ramadhana, menyebutkan pihaknya mengelola lima lintasan komersial dan 14 lintasan perintis. Armada yang digunakan mencakup 14 unit kapal, termasuk KMP Bahteramas II dan KMP Sultan Murhum II yang menjadi tulang punggung rute strategis Kamaru-Wanci dan Kamaru-Kaledupa-Wanci-Tomia-Binongko.

Keberadaan armada yang cukup membuat perjalanan laut lebih terjadwal dan aman. Penumpang bisa mengandalkan jadwal tetap untuk mobilitas dan pengiriman barang tanpa khawatir keterlambatan.

Sepanjang 2025, layanan penyeberangan ke Wakatobi telah melayani lebih dari 14 ribu penumpang. Selain itu, sekitar 10 ribu kendaraan berhasil diangkut, menegaskan peran strategis penyeberangan dalam mendukung pariwisata dan ekonomi kepulauan.

Capaian ini menunjukkan bahwa infrastruktur transportasi laut dapat memperkuat sektor ekonomi lokal. Dengan fasilitas yang andal, usaha pariwisata dan perdagangan di kepulauan semakin berkembang.

Komitmen ASDP untuk Konektivitas Laut Inklusif

ASDP berkomitmen memperkuat armada dan layanan lintasan agar konektivitas laut lebih inklusif dan merata. Tujuannya membuka akses ekonomi masyarakat serta menjaga kesinambungan pariwisata bahari Indonesia sebagai kebanggaan nasional.

Peningkatan layanan laut ini sejalan dengan upaya pemerintah daerah dalam memajukan ekonomi lokal berbasis kepulauan. Layanan yang handal memberikan rasa aman bagi wisatawan dan masyarakat dalam menjalankan aktivitas sehari-hari.

Selain itu, konektivitas laut yang baik mendorong pertumbuhan sektor UMKM lokal. Pelaku usaha dapat mengirim dan menerima barang lebih efisien, sekaligus mempromosikan produk lokal ke pasar yang lebih luas.

Heru Widodo menegaskan, ASDP akan terus menyesuaikan layanan dan armada sesuai kebutuhan masyarakat dan wisatawan. Dengan strategi ini, Wakatobi diharapkan menjadi destinasi wisata unggulan yang berkelanjutan dan memberikan dampak ekonomi signifikan bagi masyarakat.

Dengan layanan penyeberangan yang terus diperkuat, masyarakat kepulauan memperoleh akses yang setara untuk pendidikan, kesehatan, dan perdagangan. ASDP membuktikan bahwa transportasi laut yang andal adalah kunci pertumbuhan ekonomi berkelanjutan di kawasan kepulauan Indonesia.

Keberhasilan layanan ini juga mendorong pemerintah daerah dan investor melihat Wakatobi sebagai wilayah strategis. Infrastruktur transportasi laut yang solid menjadi modal penting untuk membangun pariwisata, distribusi barang, dan mobilitas masyarakat yang lebih luas.

Melalui penguatan rute Kamaru-Wakatobi, ASDP menegaskan perannya bukan hanya sebagai penyedia transportasi, tetapi juga sebagai penggerak ekonomi dan kesejahteraan masyarakat. Layanan penyeberangan menjadi sarana vital untuk menjangkau pulau-pulau terpencil dengan lebih cepat dan aman.

Terkini