Indonesia Bangun Kampung Haji di Arab Saudi, Terowongan Langsung ke Masjidil Haram Disiapkan

Kamis, 05 Februari 2026 | 13:32:56 WIB
Indonesia Bangun Kampung Haji di Arab Saudi, Terowongan Langsung ke Masjidil Haram Disiapkan

JAKARTA - Gagasan penguatan layanan jemaah haji Indonesia kembali mendapat sorotan seiring berkembangnya rencana besar pemerintah di Tanah Suci. Upaya ini tidak hanya menyangkut akomodasi, tetapi juga konektivitas langsung dengan pusat ibadah umat Islam dunia.

Pemerintah Indonesia kini tengah mematangkan pengembangan Kampung Haji di Arab Saudi sebagai kawasan khusus bagi jemaah. Proyek ini diproyeksikan menjadi lompatan besar dalam peningkatan kenyamanan dan kemandirian layanan haji.

Menteri Agama Nasaruddin Umar menjelaskan bahwa progres Kampung Haji menunjukkan perkembangan signifikan. Salah satu rencana strategisnya adalah pembangunan terowongan yang menghubungkan langsung Masjidil Haram dengan Kampung Haji Indonesia.

Penjelasan tersebut disampaikan Nasaruddin usai pertemuan organisasi masyarakat Islam dengan Presiden Prabowo Subianto. Pertemuan itu berlangsung di Istana Negara pada Selasa, 3 Februari 2026.

Dalam pertemuan tersebut, isu Kampung Haji menjadi salah satu pembahasan utama. Pemerintah memandang proyek ini sebagai kepentingan jangka panjang bagi jutaan jemaah Indonesia.

Kesempatan Langka Indonesia di Tanah Suci

Nasaruddin menjelaskan bahwa hubungan baik antara Presiden Prabowo Subianto dan Pangeran Muhammad bin Salman memiliki dampak strategis. Indonesia akhirnya mendapatkan kesempatan yang belum pernah diberikan kepada negara lain.

Menurut Nasaruddin, Indonesia menjadi negara pertama yang diberi izin untuk membeli properti di Makkah dan Madinah. Kesempatan ini dinilai sebagai langkah historis dalam pengelolaan haji.

“Tidak ada satu negara pun yang mendapatkan hal seperti ini selain Indonesia,” kata Nasaruddin. Ia menyampaikan rasa syukur atas keputusan resmi pemerintah Arab Saudi.

“Dan Alhamdulillah kemarin Minggu yang lalu, pemerintah Saudi Arabia juga sudah memberikan suatu keputusan resmi bahwa asing sudah bisa membeli properti, tanah, hotel, dan sebagainya di Makkah dan Madinah,” ujar Nasaruddin. Pernyataan ini menegaskan perubahan kebijakan penting dari pemerintah Saudi.

Kebijakan tersebut membuka ruang besar bagi Indonesia untuk mengelola fasilitas jemaah secara mandiri. Hal ini dinilai akan berdampak langsung pada kualitas layanan haji dan umrah.

Indonesia pun bergerak cepat memanfaatkan peluang tersebut. Pemerintah telah mendapatkan lahan dengan luas hampir 60 hektar di kawasan strategis.

Lokasi lahan tersebut berada sekitar 1 hingga 3 kilometer dari Ka’bah. Jarak ini dinilai ideal untuk pengembangan kawasan terintegrasi bagi jemaah.

Rencana Terowongan Penghubung Masjidil Haram

Salah satu rencana yang paling menyita perhatian adalah pembangunan terowongan. Terowongan ini dirancang untuk menghubungkan langsung Masjidil Haram dengan Kampung Haji Indonesia.

“Nanti akan ada terowongan yang menghubungkan Masjidil Haram dengan perkampungan [Haji] Indonesia itu,” ujar Nasaruddin. Rencana ini disebut sebagai inovasi besar dalam pelayanan jemaah.

Keberadaan terowongan tersebut diharapkan memudahkan mobilitas jemaah. Akses yang lebih cepat dan aman menjadi prioritas utama dalam perencanaan ini.

Terowongan juga diharapkan dapat mengurangi kepadatan lalu lintas jemaah. Dengan akses langsung, waktu tempuh menuju Masjidil Haram dapat dipersingkat.

Selain aspek kenyamanan, faktor keselamatan juga menjadi pertimbangan. Pemerintah ingin memastikan jemaah dapat beribadah dengan tenang dan terjamin.

Rencana ini masih dalam tahap pengembangan dan koordinasi lintas pihak. Pemerintah Indonesia terus berkomunikasi dengan otoritas Arab Saudi untuk merealisasikannya.

Kampung Haji dirancang bukan sekadar sebagai tempat tinggal sementara. Kawasan ini akan menjadi pusat aktivitas jemaah Indonesia di Tanah Suci.

Pengembangan Kawasan Khusus Kampung Haji

Sebagaimana diketahui, pemerintah melalui Danantara tengah mengembangkan kawasan khusus di Arab Saudi sebagai Kampung Haji. Kawasan tersebut berada di salah satu lot strategis yang telah disiapkan.

Pemerintah merencanakan pembangunan berbagai fasilitas pendukung. Fasilitas tersebut dirancang untuk memenuhi kebutuhan jemaah secara menyeluruh.

Di kawasan Kampung Haji, akan dibangun hotel sebagai tempat menginap jemaah. Hotel ini diharapkan memenuhi standar kenyamanan dan keamanan.

Selain hotel, pemerintah juga merencanakan pembangunan pusat perbelanjaan. Keberadaan pusat perbelanjaan akan memudahkan jemaah memenuhi kebutuhan sehari-hari.

Fasilitas klinik kesehatan juga menjadi bagian penting dari kawasan tersebut. Layanan kesehatan yang mudah diakses dinilai krusial bagi jemaah haji.

Tidak hanya itu, fasilitas kuliner juga disiapkan untuk menjamin ketersediaan makanan yang sesuai selera dan kebutuhan jemaah Indonesia. Aspek kehalalan dan kebersihan menjadi perhatian utama.

“Nanti kita akan bangun Kampung Haji,” ujar Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi. Pernyataan tersebut menegaskan komitmen pemerintah dalam proyek ini.

“Kita berharap ada hotel, mal, klinik, juga food court sehingga jemaah haji kita memiliki tempat yang representatif, nyaman, makanan terjamin, dan kesehatannya juga terjamin,” ujar Prasetyo. Ia menekankan pentingnya kenyamanan dan kualitas layanan.

Manfaat Jangka Panjang untuk Haji dan Umrah

Prasetyo Hadi menambahkan bahwa fasilitas Kampung Haji tidak hanya dimanfaatkan saat musim haji. Kawasan ini juga akan melayani jemaah umrah Indonesia sepanjang tahun.

Jumlah jemaah umrah Indonesia mencapai hampir 1,8 juta orang per tahun. Angka ini menunjukkan besarnya kebutuhan akan fasilitas yang memadai.

Dengan adanya Kampung Haji, jemaah umrah diharapkan mendapatkan layanan yang lebih terorganisir. Pemerintah ingin memastikan keberlanjutan manfaat proyek ini.

Prasetyo juga menjelaskan bahwa pemerintah telah membeli hotel di Arab Saudi. Hotel tersebut ditargetkan mulai digunakan pada musim haji tahun ini.

Fasilitas hotel yang telah dibeli diproyeksikan mampu menampung sekitar 24.000 hingga 25.000 jemaah. Kapasitas ini dinilai cukup signifikan untuk tahap awal.

“Jadi ada yang bentuknya hotel yang sudah jadi dan itu kita beli,” ujar Prasetyo. Ia menyampaikan optimisme terhadap pemanfaatan fasilitas tersebut.

“Insyaallah tahun ini sudah bisa kita pergunakan, sementara menampung di kisaran 24.000 sampai 25.000 jemaah,” ujar Prasetyo. Pernyataan ini menegaskan kesiapan pemerintah.

Langkah pembelian hotel ini menjadi bagian dari strategi jangka pendek. Sementara itu, pembangunan Kampung Haji menjadi rencana jangka panjang.

Pemerintah berharap kehadiran Kampung Haji dapat mengurangi ketergantungan pada pihak asing. Pengelolaan mandiri diyakini akan meningkatkan efisiensi dan kualitas layanan.

Proyek ini juga dipandang sebagai simbol kehadiran negara dalam melayani warganya. Negara ingin memastikan jemaah mendapatkan hak dan kenyamanan terbaik.

Dengan berbagai rencana tersebut, Kampung Haji diharapkan menjadi ikon baru layanan haji Indonesia. Proyek ini mencerminkan keseriusan pemerintah dalam meningkatkan kualitas penyelenggaraan ibadah haji dan umrah.

Terkini