JAKARTA - PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk atau BRI mencatat capaian positif melalui aplikasi BRImo sepanjang 2025. Total transaksi digital tembus Rp 7.057 triliun, menandai pertumbuhan signifikan dibanding tahun sebelumnya.
Menurut Direktur Information Technology BRI, Saladin Dharma Nugraha Effendi, BRImo menjadi pilar penting transformasi digital perusahaan. Peningkatan ini menunjukkan kemampuan aplikasi dalam melayani aktivitas ekonomi nasabah di berbagai segmen.
Kinerja Tahunan dan Pertumbuhan YoY
Jumlah transaksi BRImo sepanjang 2025 naik 26,1% secara year-on-year dibandingkan 2024. Bahkan dari Januari hingga Desember 2025, total transaksi mencapai 5,60 miliar, meningkat 29% dibanding periode sama tahun sebelumnya.
Angka ini memperlihatkan tren pertumbuhan digital banking yang kuat di Indonesia. BRI pun memanfaatkan momentum ini untuk memperluas jangkauan layanan ke nasabah di seluruh pelosok negeri.
Dampak Positif Terhadap Struktur Pendanaan BRI
Peningkatan transaksi digital turut berdampak positif terhadap kinerja perusahaan secara keseluruhan. Aktivitas transaksi yang meningkat berkontribusi terhadap penguatan struktur pendanaan, terutama dana murah yang menjadi fondasi intermediasi perbankan.
Dengan struktur pendanaan yang lebih solid, BRI memiliki ruang lebih optimal untuk memperluas pembiayaan ke sektor produktif. Hal ini menjadi salah satu kunci pengembangan ekonomi kerakyatan melalui digitalisasi layanan perbankan.
Peran BRImo dalam Transformasi Digital
BRImo tidak hanya memfasilitasi transaksi rutin, tetapi juga memperkuat pengalaman digital nasabah. Peningkatan kapabilitas teknologi memastikan aplikasi mampu melayani jutaan transaksi harian dengan andal dan aman.
Transformasi digital ini sejalan dengan strategi BRI untuk mengintegrasikan layanan digital dalam seluruh segmen nasabah. Aplikasi menjadi sarana utama untuk mendorong inklusi keuangan yang lebih luas di Indonesia.
Strategi BRI Memperluas Layanan Digital
Dengan pertumbuhan transaksi BRImo, BRI semakin fokus memperluas penetrasi layanan digital. Perusahaan memanfaatkan data transaksi untuk mengembangkan produk yang sesuai kebutuhan nasabah di berbagai segmen ekonomi.
Selain itu, digitalisasi juga mendukung efisiensi operasional dan mengurangi ketergantungan pada transaksi tunai. Langkah ini sekaligus memperkuat posisi BRI sebagai bank yang adaptif terhadap perkembangan teknologi finansial.
Optimisme Pertumbuhan Digital Banking
Capaian BRImo sepanjang 2025 menunjukkan tren positif bagi industri perbankan digital. Investor dan nasabah dapat melihat peluang pertumbuhan yang berkelanjutan melalui adopsi teknologi dan layanan berbasis digital.
BRI menekankan bahwa fokus pada transaksi digital akan terus mendorong penguatan struktur pendanaan. Hal ini memberikan dasar yang kuat untuk ekspansi pembiayaan produktif dan peningkatan kontribusi terhadap ekonomi nasional.
Secara keseluruhan, BRImo mencatatkan kinerja gemilang sepanjang 2025, menembus transaksi Rp 7.057 triliun. Pertumbuhan ini menjadi bukti keberhasilan BRI dalam memanfaatkan digitalisasi untuk memperkuat fondasi perbankan dan mendukung ekonomi kerakyatan.
Ke depan, BRI akan terus mengembangkan kapabilitas BRImo, memperluas layanan digital, dan menjaga pertumbuhan transaksi yang berkelanjutan. Transformasi digital dipastikan menjadi tulang punggung strategi jangka panjang BRI untuk menghadirkan layanan perbankan yang lebih efisien dan inklusif.