Program Makan Bergizi Gratis Bisa Ciptakan Jutaan Lapangan Kerja dan Dorong Pertumbuhan Ekonomi Nasional 2026

Selasa, 03 Februari 2026 | 14:38:01 WIB
Program Makan Bergizi Gratis Bisa Ciptakan Jutaan Lapangan Kerja dan Dorong Pertumbuhan Ekonomi Nasional 2026

JAKARTA - Program Makan Bergizi Gratis (MBG) berpotensi menciptakan hingga tiga juta lapangan kerja di Indonesia. Pemerintah menilai besarnya anggaran yang dialokasikan menjadi faktor utama penciptaan lapangan kerja ini.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, mengatakan belanja pemerintah untuk program MBG mencapai sekitar Rp 80 triliun per kuartal. Secara total, anggaran MBG pada 2026 mencapai Rp 335 triliun.

“Belanja program MBG per kuartal sekitar Rp 80 triliun. Tahun lalu, belanja dukungan ekonomi sekitar Rp 37 triliun. Jika dibelanjakan dua kali lipat, pertumbuhan bisa tercipta," ujar Airlangga dalam Indonesia Economic Summit (IES) di Jakarta, Selasa, 3 Februari 2026.

Program MBG tidak hanya menekan angka kelaparan, tetapi juga menjadi stimulan ekonomi yang signifikan. Dampak ini tercermin dari penciptaan lapangan kerja melalui rantai pasok makanan bergizi yang melibatkan berbagai sektor.

Penciptaan Lapangan Kerja dan Pertumbuhan Ekonomi

Airlangga menjelaskan bahwa setiap pertumbuhan ekonomi 1% dapat menyerap sekitar 400.000 tenaga kerja. Dengan demikian, program MBG diperkirakan setara dengan kontribusi pertumbuhan sekitar 7%, jika rantai pasok berjalan optimal.

Kontribusi ini menunjukkan potensi besar MBG dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekaligus memperkuat ekonomi. Program ini mencakup produksi, distribusi, dan penyediaan makanan bergizi yang melibatkan pelaku usaha lokal.

Menurut Airlangga, kondisi ini menjadi dasar optimisme pemerintah dalam mengejar target pertumbuhan ekonomi sebesar 8% pada 2028. “Dengan catatan supply chain bekerja optimal, target pertumbuhan 8% pada 2028 sangat masuk akal untuk dicapai,” jelasnya.

Program MBG menjadi contoh konkret bagaimana belanja publik dapat mendorong pertumbuhan ekonomi. Dengan anggaran yang besar, MBG bukan sekadar program sosial, tetapi juga pendorong ekonomi mikro dan makro.

Realisasi dan Alokasi Anggaran MBG

Pada 2025, realisasi anggaran MBG mencapai Rp 51,5 triliun. Angka ini setara 72,5% dari pagu APBN 2025 yang sebesar Rp 71 triliun.

Capaian tersebut menunjukkan efisiensi penyerapan anggaran dalam implementasi program. Penyerapan ini mencakup berbagai sektor mulai dari produksi pangan hingga distribusi makanan bergizi ke masyarakat.

Pemerintah menekankan bahwa optimalisasi rantai pasok menjadi kunci keberhasilan program MBG. Dengan supply chain yang berjalan lancar, manfaat ekonomi dan sosial dapat dirasakan lebih luas.

Program MBG juga diharapkan mendorong keterlibatan sektor swasta dalam penyediaan makanan bergizi. Hal ini menciptakan sinergi antara pemerintah, pelaku usaha, dan masyarakat untuk mencapai tujuan ekonomi dan sosial.

Optimisme Pemerintah terhadap Target Pertumbuhan Ekonomi

Dampak ekonomi dari MBG diharapkan menjadi katalis bagi pertumbuhan ekonomi Indonesia. Dengan penciptaan jutaan lapangan kerja, konsumsi domestik juga diprediksi meningkat signifikan.

Airlangga menekankan bahwa program MBG menjadi bagian dari strategi pemerintah untuk menjaga momentum pertumbuhan ekonomi kuartal pertama 2026. Stimulus sosial ini diharapkan mendorong aktivitas ekonomi lebih tinggi di berbagai sektor.

Dengan adanya program MBG, pemerintah menunjukkan komitmen untuk menyatukan tujuan sosial dan ekonomi. Masyarakat mendapatkan akses pangan bergizi, sementara sektor ekonomi dan lapangan kerja mengalami dorongan signifikan.

Program MBG mencerminkan pendekatan holistik pemerintah dalam mengelola anggaran besar. Anggaran Rp 335 triliun pada 2026 diharapkan mampu memberikan dampak sosial-ekonomi yang nyata.

Selain penciptaan lapangan kerja, program ini juga dapat memperkuat daya beli masyarakat. Dengan bantuan pangan bergizi, masyarakat dapat mengalokasikan anggaran untuk kebutuhan lain sehingga perputaran ekonomi meningkat.

Langkah ini juga diharapkan mendorong sektor usaha mikro, kecil, dan menengah untuk lebih aktif. Produsen lokal, distributor, dan penyedia jasa terkait mendapatkan peluang ekonomi lebih besar.

Program MBG di tahun 2026 menjadi salah satu inisiatif pemerintah yang paling strategis. Efektivitasnya tidak hanya diukur dari jumlah makanan yang didistribusikan, tetapi juga dari penciptaan lapangan kerja dan dorongan ekonomi.

Optimisme pemerintah terhadap pertumbuhan 8% pada 2028 menunjukkan keyakinan pada keberhasilan program ini. Dengan anggaran besar dan supply chain yang optimal, MBG menjadi motor penggerak ekonomi dan kesejahteraan masyarakat.

Terkini