ASDP Sorong Perkuat Layanan Penyeberangan Laut, Mobilitas dan Logistik Papua Lancar

Senin, 02 Februari 2026 | 13:25:39 WIB
ASDP Sorong Perkuat Layanan Penyeberangan Laut, Mobilitas dan Logistik Papua Lancar

JAKARTA - Transportasi laut menjadi tumpuan utama masyarakat Papua Barat Daya, khususnya di wilayah 3T. PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) memperkuat layanan penyeberangan di Sorong untuk memastikan mobilitas masyarakat dan distribusi logistik tetap lancar.

Direktur Utama ASDP Indonesia Ferry, Heru Widodo, menekankan pentingnya pengoperasian kapal dari Pelabuhan Klademak, Kota Sorong, dan Pelabuhan Arar, Kabupaten Sorong. Langkah ini merupakan komitmen nyata ASDP untuk menjaga kesinambungan layanan pelabuhan di wilayah kepulauan.

Menurut Heru, penyeberangan tidak sekadar moda transportasi, tetapi juga penghubung masyarakat dengan pusat ekonomi, pendidikan, dan layanan publik. “Layanan penyeberangan menjadi jembatan harapan masyarakat agar tetap terhubung dan memiliki akses yang setara terhadap berbagai layanan dasar,” ujarnya dikutip Senin, 2 Februari 2026.

Konektivitas yang Terjaga

Heru menambahkan, konektivitas yang terjaga penting untuk memperkuat integrasi wilayah serta mendorong pertumbuhan sosial dan ekonomi Papua Barat Daya. Mobilitas antarpulau menjadi fondasi utama bagi kesejahteraan masyarakat lokal dan pembangunan wilayah.

Saat ini, ASDP Cabang Sorong mengoperasikan 18 lintasan penyeberangan dengan empat armada kapal, yakni KMP Kurisi, KMP Terubuk I, KMP Arar, dan KMP Kalabia. Seluruh armada beroperasi sepanjang tahun untuk memastikan layanan penyeberangan tidak terganggu.

Sepanjang Januari hingga Desember 2025, lebih dari 64 ribu penumpang dan sekitar 12 ribu unit kendaraan telah dilayani. Data ini menunjukkan betapa besar ketergantungan masyarakat terhadap layanan transportasi laut di wilayah kepulauan.

Dukung Logistik dan Pariwisata

Selain melayani penumpang, ASDP memiliki peran strategis dalam distribusi logistik antarpulau. General Manager ASDP Cabang Sorong, Eko Yulianto, menyebutkan sekitar tiga ribu muatan barang telah disalurkan sepanjang 2025.

Barang tersebut meliputi kebutuhan pokok masyarakat, seperti gula, kecap, mie instan, dan sembako lainnya. Distribusi yang lancar menjaga ketersediaan pasokan dan stabilitas harga di wilayah kepulauan.

“Transportasi penyeberangan menjadi tulang punggung distribusi logistik di wilayah 3T,” kata Eko. Peran ini membuat ASDP tidak hanya sebagai moda transportasi, tetapi juga penggerak ekonomi lokal.

Selain logistik, jalur penyeberangan Sorong menjadi gerbang utama menuju Raja Ampat. Kawasan ini menawarkan destinasi wisata kelas dunia, seperti Wayag, Manta Sandy, dan Kali Biru, yang menarik wisatawan domestik maupun mancanegara.

Aktivitas wisata di Raja Ampat meliputi snorkeling, diving, island hopping, dan birdwatching. Dengan keindahan alamnya, kawasan ini menjadi salah satu unggulan pariwisata nasional yang membutuhkan konektivitas laut yang handal.

Untuk mendukung pariwisata, ASDP mengoperasikan lintasan strategis, antara lain Sorong–Waisai, Sorong–Waigeo, Sorong–Kalobo, Wejim–Kofiau, Arefi–Pam, dan Gag–Gebe. Sejak Oktober 2025, lintasan baru Foley–Waigama juga dioperasikan untuk memperluas akses masyarakat dan wisatawan.

Layanan ini memungkinkan wisatawan mencapai destinasi lebih cepat dan aman. Pada saat yang sama, masyarakat lokal tetap mendapatkan akses ke layanan publik dan aktivitas ekonomi utama.

Komitmen Layanan Aman dan Berkelanjutan

ASDP berkomitmen menghadirkan layanan penyeberangan yang aman dan andal bagi masyarakat Papua Barat Daya. Keselamatan dan ketepatan waktu menjadi prioritas utama dalam setiap operasi kapal.

Selain itu, keberlanjutan operasional menjadi fokus agar konektivitas antarpulau tetap terjaga. Dengan armada yang dikelola secara profesional, layanan transportasi laut dapat mendukung pertumbuhan ekonomi lokal.

Layanan ini juga membuka peluang baru bagi sektor perdagangan dan pariwisata. Distribusi logistik yang lancar memungkinkan bisnis lokal berkembang lebih optimal.

Melalui penyeberangan yang konsisten, masyarakat di wilayah 3T memiliki akses lebih baik ke pendidikan, layanan kesehatan, dan fasilitas publik lainnya. Hal ini penting untuk pemerataan pembangunan di daerah tertinggal.

ASDP juga menjadi jembatan penghubung antara pulau-pulau di Papua Barat Daya. Moda transportasi ini menjaga integrasi wilayah sekaligus meningkatkan mobilitas penduduk lokal dan wisatawan.

Keberadaan lintasan baru dan penambahan jadwal operasional menegaskan komitmen ASDP untuk memberikan pelayanan terbaik. Ketersediaan kapal sepanjang tahun menciptakan kepastian bagi masyarakat dan pelaku bisnis.

Selain sebagai sarana transportasi, kapal ASDP juga berperan sebagai penggerak ekonomi. Layanan ini membantu mengalirkan komoditas penting sekaligus mendukung sektor pariwisata unggulan.

Dengan armada yang cukup dan jadwal yang teratur, mobilitas masyarakat kepulauan tetap lancar. Hal ini membuat Papua Barat Daya lebih terhubung dengan pusat kegiatan ekonomi dan pariwisata.

ASDP memastikan bahwa semua layanan dijalankan dengan standar keselamatan tinggi. Penumpang dapat merasa aman dalam perjalanan, baik untuk keperluan pribadi maupun distribusi logistik.

Moda transportasi laut ini menunjukkan bahwa konektivitas bisa mendorong pemerataan pembangunan. Daerah 3T tidak lagi terisolasi, melainkan mendapatkan akses setara ke layanan publik dan peluang ekonomi.

Keberhasilan layanan ini juga membuka peluang baru bagi pengembangan pariwisata di Papua Barat Daya. Wisatawan dapat menjangkau destinasi eksotis dengan lebih cepat dan nyaman.

Dengan fokus pada keamanan, ketepatan waktu, dan keberlanjutan, ASDP terus menjaga keterhubungan antarpulau. Layanan ini menjadi fondasi penting dalam pembangunan sosial dan ekonomi wilayah 3T.

Masyarakat Papua Barat Daya kini dapat menikmati akses transportasi laut yang handal. Moda ini mendukung aktivitas ekonomi, pendidikan, pariwisata, dan distribusi logistik secara menyeluruh.

Terkini