12 Kuliner Malam Yogyakarta Paling Ramai, Favorit Wisatawan hingga Subuh Hari

Jumat, 30 Januari 2026 | 09:24:25 WIB
12 Kuliner Malam Yogyakarta Paling Ramai, Favorit Wisatawan hingga Subuh Hari

JAKARTA - Bagi sebagian orang, malam hari justru menjadi waktu terbaik untuk berburu makanan enak. Ketika kota mulai sepi, Yogyakarta justru semakin hidup dengan aroma masakan dari warung hingga kaki lima.

Berburu kuliner malam di Yogyakarta memang tidak pernah ada habisnya. Saat matahari terbenam, kota ini justru makin hidup dengan deretan jajanan yang buka dari sore hingga dini hari, bahkan ada yang siap melayani sampai pagi.

Mulai dari yang legendaris puluhan tahun hingga jajanan kaki lima favorit anak muda, semuanya hadir dengan cita rasa khas. Setiap sudut kota menawarkan menu berbeda yang selalu bikin rindu untuk kembali.

Buat kamu yang sering lapar tengah malam atau sengaja cari makan setelah jalan-jalan, pilihan kuliner malam Jogja terasa seperti surga. Dari yang berat sampai camilan ringan, semuanya tersedia lengkap.

Berikut 12 jajanan kuliner malam di Yogyakarta yang ramai dari buka sampai pagi dan wajib masuk daftar buruan. Setiap tempat punya cerita, rasa, dan penggemarnya sendiri.

Kuliner Legendaris yang Tak Pernah Sepi

Warung Sate Samirono sudah menjadi ikon kuliner malam Jogja sejak berdiri pada 1977. Tempat ini terkenal dengan beragam pilihan sate, mulai dari sate ayam, sate kambing, sate buntel, hingga sate bebek yang empuk dan kaya bumbu.

Aroma bakaran satenya saja sudah cukup membuat siapa pun tergoda. Tak heran jika warung ini selalu dipadati pengunjung sejak sore hingga dini hari.

Tak hanya sate, warung ini juga menyediakan menu lain seperti nasi goreng, gulai, dan tongseng yang tak kalah menggugah selera. Semua menu tersebut cocok disantap saat malam makin larut.

Keunggulan lainnya, Warung Sate Samirono buka 24 jam. Jadi, mau datang dini hari atau pagi buta sekalipun, perut tetap bisa terpuaskan.

Nasi Teri Gejayan bukan sekadar warung makan biasa, melainkan kuliner legendaris yang sudah eksis sejak era 1970-an. Ciri khasnya terletak pada nasi putih hangat yang dicampur teri pedas gurih.

Perpaduan rasa asin, pedas, dan nikmat terasa di setiap suapan. Sensasi sederhana ini justru membuat banyak orang ketagihan.

Berbeda dari kebanyakan warung teri yang menyajikan nasi kucing, di sini porsinya lebih mengenyangkan. Cocok untuk kamu yang ingin makan kenyang tanpa ribet.

Harganya pun ramah di kantong, mulai dari belasan ribu rupiah. Ada pilihan lauk tambahan seperti gudeg, ayam, telur, tempe, dan berbagai sayuran.

Soto Sampah menjadi salah satu ikon kuliner malam Jogja sejak tahun 1970-an meski namanya terdengar ekstrem. Nama “sampah” merujuk pada tampilannya yang penuh isian hingga terlihat berantakan.

Dalam satu porsi, kamu akan menemukan bihun, toge, kol, daging, hingga gajih sapi yang melimpah. Kuahnya kaya rempah dan gurih, membuat soto ini terasa nendang.

Meski porsinya besar, harganya tetap terjangkau. Hal ini membuat Soto Sampah selalu ramai pengunjung dari malam hingga menjelang pagi.

Gudeg Bromo Bu Tekluk dikenal sebagai gudeg basah legendaris yang sudah ada sejak 1984. Ciri khasnya terletak pada gudeg yang disiram areh gurih dan sambal krecek pedas berbahan kulit kerbau.

Tekstur kreceknya lebih kenyal dan kuat dibandingkan krecek sapi biasa. Sensasi rasa gurih dan pedasnya membuat gudeg ini berbeda dari yang lain.

Warung ini hanya buka mulai pukul 23.00 malam hingga habis. Sering kali, gudeg ini ludes sebelum subuh karena antreannya selalu panjang.

Favorit Anak Muda dan Pecinta Pedas

Lesehan SBTB Terang Bulan Malioboro wajib disinggahi jika sedang berada di kawasan Malioboro. Warung lesehan ini terkenal dengan suasana santainya dan menu khas Jogja yang selalu jadi favorit.

Bebek goreng yang renyah dan gudeg dengan cita rasa autentik menjadi menu andalan. Banyak wisatawan maupun warga lokal menjadikannya tempat makan malam favorit.

Harga yang terjangkau, mulai dari puluhan ribu rupiah, membuat tempat ini selalu ramai. Lesehan SBTB Terang Bulan buka dari sore hingga sekitar pukul 02.00 dini hari.

Gudeg Mercon Bu Tinah hadir sebagai alternatif gudeg bagi pencinta pedas. Berbeda dengan gudeg pada umumnya yang manis, gudeg di sini terkenal dengan sensasi pedas “mercon” yang menggigit lidah.

Rasa pedasnya berasal dari sambal krecek super pedas yang berpadu dengan kuah santan gurih. Kombinasi ini membuat Gudeg Mercon Bu Tinah selalu diburu penggemar kuliner ekstrem.

Oseng Mercon Bu Narti juga menjadi surga bagi pencinta pedas sejati. Menu andalannya berupa oseng daging sapi, kikil, gajih, kulit, dan tulang muda yang dimasak dengan bumbu super pedas.

Sensasi “meledak” di mulut jadi daya tarik utama tempat ini. Tidak heran jika banyak pelanggan datang berulang kali meski keringat bercucuran.

Berlokasi di kawasan KH Ahmad Dahlan, Oseng Mercon Bu Narti buka dari sore hingga tengah malam. Tempat ini hampir selalu ramai hingga larut malam.

Mie Nyemek Bus City sudah menemani malam warga Jogja sejak 2002. Terletak di kawasan Mergangsan, warung ini terkenal dengan olahan mie instan yang dimasak dengan cara khusus.

Mienya dimasak bersama bawang putih, cabai rawit, kecap, dan sayuran segar seperti sawi. Hasilnya adalah mie nyemek dengan kuah sedikit, rasa gurih pedas, dan aroma menggoda.

Hidangan ini cocok disantap saat malam makin larut. Sensasi hangat dan pedasnya membuat tubuh terasa lebih nyaman.

Bakmi Jawa Pak Pele menjadi destinasi wajib bagi pencinta bakmi autentik. Keistimewaannya terletak pada penggunaan telur bebek dan ayam kampung.

Bahan-bahan tersebut menghasilkan rasa gurih alami tanpa amis. Banyak pelanggan setia rela antre demi seporsi bakmi hangat di malam hari.

Pilihan menunya lengkap, mulai dari bakmi goreng, bakmi godok, hingga bakmi nyemek. Warung ini buka dari sore hingga sekitar pukul 23.00 malam.

Angkringan dan Jajanan Malam yang Tak Lekang Waktu

Angkringan Kopi Jos Lik Man adalah legenda kuliner malam Jogja yang berdiri sejak 1967. Tempat ini terkenal dengan kopi jos, minuman unik berupa kopi panas yang diberi arang membara langsung ke dalam gelas.

Aroma khas dari arang panas berpadu dengan kopi menciptakan sensasi rasa berbeda. Banyak pengunjung datang hanya untuk merasakan pengalaman unik ini.

Terletak dekat Stasiun Tugu, angkringan ini buka dari sore hingga dini hari. Tempat ini selalu dipadati pengunjung dari berbagai kalangan.

Getuk, klepon, dan onde-onde Rahaya Wirobrajan menjadi surga bagi pencinta jajanan tradisional. Jajanan ini terkenal lembut dengan rasa manis yang pas.

Cocok dinikmati sebagai camilan malam atau oleh-oleh. Meski sederhana, kualitas rasa dan konsistensinya membuat tempat ini selalu ramai.

Gultik Bang Jago atau gulai tikungan menjadi pilihan pas untuk makan malam ringan. Sepiring nasi dengan kuah gulai hangat dan potongan daging sapi terasa nikmat saat malam dingin.

Harganya terjangkau dan porsinya pas untuk ganjal perut sebelum pulang. Tak heran jika Gultik Bang Jago selalu ramai hingga larut malam.

Kuliner malam Yogyakarta memang tidak hanya soal rasa, tetapi juga soal suasana. Setiap warung menghadirkan pengalaman berbeda yang membuat pengunjung betah berlama-lama.

Dari sate legendaris hingga jajanan tradisional, semuanya memiliki cerita tersendiri. Inilah yang membuat kuliner malam Jogja terasa istimewa dibanding kota lain.

Setiap sudut kota menawarkan aroma masakan yang menggoda. Tidak heran jika banyak wisatawan rela begadang demi mencicipi makanan favoritnya.

Kuliner malam juga menjadi bagian dari identitas Yogyakarta sebagai kota yang ramah dan hangat. Bahkan di tengah malam, suasana kota tetap terasa hidup dan bersahabat.

Bagi warga lokal, jajanan malam bukan sekadar pengisi perut. Banyak yang menjadikannya sebagai rutinitas dan bagian dari gaya hidup.

Sementara bagi wisatawan, kuliner malam menjadi pengalaman tak terlupakan. Setiap suapan menghadirkan kenangan yang ingin diulang kembali.

Dengan ragam pilihan yang begitu banyak, Yogyakarta seolah tidak pernah kehabisan ide kuliner. Dari yang sederhana hingga legendaris, semuanya tersedia lengkap.

Tidak heran jika kota ini selalu disebut sebagai surga kuliner malam. Siapa pun yang datang pasti menemukan makanan favoritnya sendiri.

Jika kamu berkunjung ke Yogyakarta, jangan lewatkan pengalaman berburu jajanan malam. Dari sore hingga subuh, selalu ada alasan untuk kembali makan lagi.

Terkini